Guru Besar Departemen Teknik Fisika ITS, Gunawan Nugroho saat menyampaikan materinya dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai profesor. Foto: Ist.
BANGSAONLINE.com - Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Gunawan Nugroho, mengupayakan kemandirian industri Indonesia melalui beberapa riset berbasis perpindahan panas konveksi di bagian hulu teknologi.
Dalam orasi ilmiahnya, Profesor Departemen Teknik Fisika ITS ini menyatakan secara sederhana bahwa perpindahan panas konveksi ini merupakan perpindahan panas yang melalui aliran fluida, baik gas maupun cair.
BACA JUGA:
- Kurangi Ketergantungan Energi Fosil, ITS Perkuat Inovasi Energi Berkelanjutan Berbasis Teknologi
- Tim Rival ITS Raih Best Rookie Team dalam Ajang ARCh 2026 di Australia
- Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru, Unirow Tuban Kini Miliki Lima Profesor
- Gandeng Kementerian PPPA, Khofifah Kukuhkan Profesor Muslimat NU di Islamic Center Surabaya
Ia menambahkan, ranting ilmu yang ditelitinya memiliki ranah aplikasi yang luas. Meskipun begitu, penerapannya tetap memakai hukum-hukum fisika, seperti hukum kontinuitas, persamaan Navier-Stokes, momentum, dan energi.
Gunawan mengatakan alasannya menekuni kepakaran ini selama lebih dari 10 tahun adalah karena memiliki sisi matematis yang menantang. Salah satu yang membuat menantang adalah adanya persamaan Navier-Stokes.
“Menurut Clay Mathematics Institute, persamaan Navier-Stokes termasuk satu dari tujuh masalah besar matematika yang belum terpecahkan,” jelasnya, Jumat (28/2/2025).
Gunawan menambahkan, kebaruan keilmuan yang dibahas adalah metode semi empiris. Metode semi empiris atau parameterisasi merupakan cara menyelesaikan masalah-masalah yang mudah guna dijadikan dasar solusi untuk masalah sulit yang diselesaikan dengan jalan eksperimen.
“Secara fisika mudah diselesaikan, sehingga dikerjakan dulu. Tapi, secara matematis memerlukan trik tertentu untuk mencocokkan konstanta-konstanta,” tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




