Guru Besar Departemen Teknik Fisika ITS, Gunawan Nugroho saat menyampaikan materinya dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai profesor. Foto: Ist.
Lebih lanjut, alumnus S1 Teknik Fisika ITS ini mengatakan bahwa ia berfokus kepada penelitian perpindahan panas konveksi di hulu industri untuk mempercepat kemandirian industri nasional. Dengan menguasai hulu teknologi yaitu hukum-hukum fisika, dapat dipastikan Indonesia bisa menjadi bangsa yang inovatif dan cerdas sehingga memiliki teknologi yang mandiri untuk dimanfaatkan warganya.
Tak hanya itu, solusi percepatan kemandirian industri yang Gunawan paparkan juga memanfaatkan Clouds dan Internet of Things (IoT).
“Nantinya, Clouds akan menampung solusi permasalahan di industri dan menentukan penyelesaian yang cocok untuk digunakan dengan basis IoT,” katanya.
“Berangkat dari situ, nanti bisa lihat solusinya berupa produk baru atau running fabric yang sudah ada,” imbuh Gunawan.
Kedepannya, Gunawan akan membuat heat recovery dan merancang penukar panas dengan performansi yang tinggi. Dengan memanfaatkan panas sisa dari industri, bisa diubah menjadi energi bersih menggunakan teknologi penukar panas performansi tinggi, sehingga utilisasi panas dapat maksimal.
Dia berharap, ada dukungan untuk merealisasikan rencana tersebut. Seperti dukungan untuk riset-riset dasar, untuk UMKM teknologi, dan kredit lunak usaha. Pemerintah juga perlu membuat strategi yang tidak konvensional untuk mempermudah sistem perbankan agar turut mempermudah perputaran kredit yang digunakan sebagai pendanaan riset.
Upaya ini selaras dengan poin Sustainable Development Goals (SDGs) 13 tentang penanganan perubahan iklim melalui upaya pemanfaatan panas sisa yang berdampak pada menurunnya emisi karbon. Tidak hanya itu, rencana penelitian tersebut sesuai dengan poin SDGs 9 tentang infrastruktur, industri, dan inovasi karena keterbaruan yang diriset di bidang industri. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




