Umi Laili Yuhana menjelaskan mekanisme aplikasi AUGGO yang diciptakannya. (Ist)
BANGSAONLINE.com - Profesor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Umi Laili Yuhana, menggagas inovasi pembelajaran yang bersifat adaptif dan berbasis Artificial Intelligence (AI).
Inovasi ini dituangkan melalui orasi ilmiah pengukuhannya sebagai Profesor ITS yang berjudul Rekayasa Perangkat Lunak sebagai Katalis Inovasi Digital untuk Pendidikan Berkualitas dan Berkelanjutan.
BACA JUGA:
- MA Islamiyah Senori Tuban Wisuda 167 Siswa Prodistik Hasil Kerja Sama dengan ITS
- Aksi Gendam di Surabaya, Mahasiswa ITS Kehilangan Motor dan HP
- Lebih Efisiensi dan Cepat, Doktor ITS Ciptakan Pendeteksi Kerusakan Jalan Berbasis AI
- Perkuat Kerja Sama Internasional, ITS-UWE Bristol Luncurkan Double Degree
Dalam orasinya, Yuhana menghadirkan solusi berupa aplikasi yang memungkinkan siswa belajar dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Aplikasi ini dirancang agar siswa dapat memahami materi dengan cara berdiskusi, menjawab soal, dan berinteraksi sesuai kapasitasnya.
Yuhana ini menjelaskan, gagasannya lahir dari keprihatinannya terhadap tantangan yang dihadapi siswa saat ini. Ia menyoroti masalah seperti rendahnya kepercayaan diri, kesulitan mempertahankan fokus, hingga kecanduan gawai yang memengaruhi proses belajar.
“Permasalahan ini perlu ditangani melalui inovasi teknologi yang tidak hanya efisien, tapi juga memberi dampak positif pada karakter dan keterampilan siswa,” tuturnya, (18/4/2025).
Untuk mengembangkan aplikasi tersebut, Yuhana menggunakan pendekatan matematis yang menyesuaikan dengan pola pikir manusia. Metode yang diterapkan antara lain Classical Test Theory, Rasch Model, Metode Linear dan Kuadratik, serta Adaptive and Branching Method.
“Pendekatan ini memungkinkan sistem secara otomatis menyeleksi dan menyesuaikan soal berdasarkan kemampuan siswa, sehingga proses belajar menjadi lebih akurat, inklusif, dan efektif,” jelasnya.






