Disertasi Doktor ITS Tawarkan Inovasi Slab Track Kereta Cepat

Disertasi Doktor ITS Tawarkan Inovasi Slab Track Kereta Cepat Lulusan Departemen Teknik Sipil ITS, Danny Triputra Setiamanah, saat menunjukkan karyanya.

BANGSAONLINE.com - ITS kembali melahirkan inovasi teknologi transportasi melalui riset doktoral. Lulusan Departemen Teknik Sipil ITS, Danny Triputra Setiamanah, mengembangkan desain slab track berbasis material maju dan sistem panel modular untuk mendukung pembangunan infrastruktur kereta cepat nasional.

Slab track merupakan komponen penting sebagai landasan rel pada sistem kereta api cepat, termasuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Danny menilai riset ini penting karena minimnya penelitian terkait serta belum adanya Standar Nasional Indonesia (SNI) khusus untuk desain slab track. 

“Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan kesiapan ITS dalam mendukung pengembangan kereta cepat secara mandiri di Indonesia,” ujarnya.

Dalam disertasi berjudul 'Fatigue Performance of Fiber Reinforced Concrete Slab Track', Danny memanfaatkan material serat baja dan polypropylene serta konsep panel modular selebar 60 sentimeter. Material ini dinilai meningkatkan ketahanan lelah dan kontrol retak beton, sementara sistem panel mempermudah perawatan serta penggantian komponen secara parsial. 

“Dengan sistem panel dan material maju, kebutuhan perawatan dapat diminimalkan dan biaya pemeliharaan menjadi lebih efisien,” katanya.

Hasil analisis menunjukkan peningkatan performa signifikan pada kontrol retak dan stabilitas pasca-retak dibanding prototipe sebelumnya. Inovasi ini juga berpotensi menurunkan biaya material 10-15 persen. 

“Walaupun pelat lebih tipis dan rasio tulangan lebih kecil, performa fatigue tetap kompetitif bahkan lebih baik pada aspek retak,” ucap Danny.

Ia menambahkan, desain slab track yang dikembangkan lebih adaptif terhadap beban berulang jangka panjang dan diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi standar nasional di masa depan. 

“Harapannya, inovasi ini dapat digunakan pada infrastruktur kereta cepat di Indonesia pada masa mendatang,” pungkasnya. (msn/rom)