Umi Laili Yuhana menjelaskan mekanisme aplikasi AUGGO yang diciptakannya. (Ist)
Dari penerapan metode tersebut, lahir dua aplikasi, yakni AUGGO dan I-Assessment. AUGGO merupakan aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) yang dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran bangun ruang bagi siswa SD. Sementara itu, I-Assessment hadir sebagai aplikasi ujian daring berbasis android yang memungkinkan proses penilaian dilakukan secara otomatis, sehingga hasil yang diberikan sesuai dengan kompetensi siswa secara objektif.
Tak hanya berfokus pada dunia pendidikan dasar, inovasi ini juga dikembangkan untuk mendukung sistem kerja di lingkungan ITS. Lulusan master dari National Taiwan University ini juga telah menciptakan dua sistem digital internal ITS, yakni MyITS WorkTime dan MyITS Single Sign On (SSO).
MyITS WorkTime digunakan untuk mencatat waktu dan lokasi kerja pegawai, sedangkan MyITS SSO menyederhanakan akses ke berbagai layanan digital kampus melalui satu akun terintegrasi.
Seluruh inovasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata Yuhana terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas.
Menurut Yuhana, pengembangan perangkat lunak adaptif dapat membantu guru dalam mendorong keterlibatan siswa, sekaligus membentuk karakter dan kompetensi mereka.
“Bukan hanya efisien, tapi juga bisa meningkatkan moral dan keterampilan siswa untuk berkompetisi secara sehat,” ungkap perempuan kelahiran Tulungagung tersebut. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




