Penampakan Cuaca di Kota Jeddah. Foto: MCH 2026
JEDDAH, BANGSAONLINE.com - Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi dengan suhu udara lebih dari 40 derajat Celsius menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan jemaah haji.
Permukaan aspal dan pelataran masjid yang terpapar matahari tercatat mencapai 60-70 derajat Celsius, membuat jemaah rentan mengalami telapak kaki pecah-pecah, luka bakar, hingga melepuh.
BACA JUGA:
- Jelang Puncak Armuzna, Kemenhaj Imbau Jamaah Haji Jaga Stamina
- Kemenhaj Ingatkan Jamaah Jaga Kesehatan dan Pahami Ketentuan Ihram Jelang Puncak Haji
- Kiriman Kursi Roda Tahap 2 dari BSI Tiba di Jeddah, Siap Layani Jemaah Lansia saat Armuzna
- Bimbad PPIH Ajak Semua Petugas Haji Beri Pendampingan Optimal bagi Jemaah Berkebutuhan Khusus
Dokter Unit Kesehatan Sektor 1 Daker Bandara, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, menjelaskan udara panas dan kering di Tanah Suci dapat mengurangi kelembapan alami kulit sehingga telapak kaki lebih mudah rusak.
"Kulit kaki yang pecah-pecah sangat rentan mengalami luka bakar atau melepuh ketika bersentuhan langsung dengan permukaan panas," ujarnya dalam edukasi kesehatan haji pada Minggu (10/5/2026).
Menurut dia, luka lepuh bukan persoalan sepele karena dapat menimbulkan nyeri hebat dan berisiko infeksi. Risiko tertinggi terjadi pada pukul 10.00-16.00 waktu Arab Saudi, terutama di pelataran masjid, terminal bandara, dan jalur menuju Jamarat di Mina.
Petugas kesehatan mengimbau jemaah menggunakan sandal atau sepatu yang nyaman, bukan alas kaki baru yang berpotensi menimbulkan lecet. Penggunaan pelembap secara rutin dan kaos kaki juga dianjurkan untuk menjaga elastisitas kulit serta melindungi dari suhu panas.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




