Para siswa dibantu oleh mahasiswa sedang mengukur suhu metanol yang telah dipanaskan menggunakan thermogun pada saat sesi praktikum.
PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi bagi siswa-siswi Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 2 Ponorogo.
Kegiatan yang mengusung tema "Energi Terbarukan" ini berfokus pada pelatihan produksi biodiesel dari minyak goreng bekas (minyak jelantah).
BACA JUGA:
- MA Islamiyah Senori Tuban Wisuda 167 Siswa Prodistik Hasil Kerja Sama dengan ITS
- Perkuat Kerja Sama Internasional, ITS-UWE Bristol Luncurkan Double Degree
- Kurangi Ketergantungan Energi Fosil, ITS Perkuat Inovasi Energi Berkelanjutan Berbasis Teknologi
- Tim Rival ITS Raih Best Rookie Team dalam Ajang ARCh 2026 di Australia
Pelatihan ini dirancang untuk menjawab permasalahan minimnya pemahaman dan keterampilan teknis siswa di bidang energi terbarukan.
Devita Rachmat S.T., M.T., Ketua Tim Abmas, menjelaskan bahwa biodiesel merupakan solusi energi alternatif yang menjanjikan.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin menanamkan kesadaran akan pentingnya energi terbarukan sejak dini, sekaligus memanfaatkan limbah rumah tangga yang sering terbuang," ujarnya.

(Penjelasan cara perhitungan kadar FFA pada minyak jelantah oleh mahasiswa teknik fisika ITS saat sesi diskusi interaktif)
Kegiatan yang berlangsung pada 20 Agustus 2025 ini diikuti oleh 26 siswa yang tergabung dalam KIR SMA Negeri 2 Ponorogo. Para peserta mendapatkan materi teoritis mengenai konsep energi terbarukan dan proses produksi biodiesel, dilanjutkan dengan eksperimen sederhana di laboratorium sekolah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




