Para siswa dibantu oleh mahasiswa sedang mengukur suhu metanol yang telah dipanaskan menggunakan thermogun pada saat sesi praktikum.
Dalam praktikumnya, siswa secara langsung melakukan proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran dengan metanol dan katalis, hingga pemisahan biodiesel dan gliserol.
Selain sesi teori dan praktik, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif yang mendorong siswa untuk mengembangkan ide karya ilmiah.
"Kami ingin memacu semangat riset dan inovasi siswa, sekaligus mempersiapkan mereka untuk berkompetisi di ajang karya ilmiah tingkat nasional," tambah Devita.
Drs. Slamet Riyadi, pembina KIR SMA Negeri 2 Ponorogo, menyambut positif kegiatan ini.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi siswa kami. Mereka tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik langsung yang jarang mereka dapatkan sebelumnya," ucapnya.
Ke depannya, Tim Abmas ITS berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkelanjutan melalui konsultasi daring dan pembuatan grup diskusi. Diharapkan, kegiatan ini dapat memicu lahirnya inovasi-inovasi baru di bidang energi terbarukan dan meningkatkan partisipasi siswa dalam lomba karya ilmiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




