Karya-karya mereka yang ditampilkan salah satunya seperti Kitab Annas Al-Muttaqin, Kitab Nahwu, Kitab Mukhtasr Fi Fanni Al-Balghah Wa Tawabi'iha, Kitab Tauhid, Kitab Faraidh, Siraj At Tholibin, Nadham serta kitab tentang Ilmu Fiqih.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah tidak hanya melihat satu per satu turots yang dipamerkan, namun juga melihat langsung bagaimana proses preservasi dan alih media dilakukan.
“Preservasi ini menggunakan cairan semacam jelly khusus yang akan menguatkan kertas naskah sehingga tidak lapuk dimakan usia,” imbuhnya.
Gubernur Khofifah juga mengapresiasi rencana UINSA yang akan membangun Turots Center dan pengkajian turots di level magister. Hal ini menjadi bentuk penguatan pelestarian turots yang tersebar.
“Ini menjadi proses untuk bisa membangun penguatan dan proses dokumentasi yang lebih komprehensif, makin banyak, makin memungkinkan kita untuk kembali menggali, mengumpulkan, menerbitkan, dan mendistribusikan, serta terus bisa memberikan pembelajaran,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut, Gubernur Khofifah juga memberikan Buku Kumpulan Kompilasi Naskah Kuno Karya Ulama Jatim yang telah dicetak oleh Disperpusip Jatim kepada Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki dan Direktur Pascasarjana UNISMA Prof. H. M. Mas'ud Said.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Jawa Timur Tiat S. Suwardi menyampaikan bahwa dalam upaya pelestarian naskah kuno karya Ulama Indonesia dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov Jatim dilakukan secara Inisiasi, Kolaborasi dan Inovasi (IKI).
Dimana untuk pelaksanaan kegiatan hari ini, pihaknya berkolaborasi dengan stakeholder yang terkait, yaitu dengan UINSA dan Nahdlatut Turots, serta berinovasi dengan terus melakukan langkah-langkah pelestarian kemudian melakukan diseminasi informasi terkait kandungan naskah kuno yang kami lestarikan. (dev/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




