Gubernur Khofifah saat panen raya padi di Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah melaksanakan panen raya padi di lahan pertanian Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Tuban, Rabu (1/11/2023). Pada kesempatan ini, ia menegaskan bahwa Jawa Timur tetap mengukuhkan posisinya sebagai Lumbung Pangan Nasional hingga tahun ini.
Bersama Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, jajaran Forkopimda setempat, dan OPD Pemprov Jatim, mantan Menteri Sosial itu memanen padi jenis Inpari 50 di lahan sawah seluas 380 hektare (Ha) dengan produksi rata-rata 11 ton GKP (gabah kering panen).
BACA JUGA:
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
Berdasarkan angka sementara produksi padi dari BPS, Jawa Timur kembali menjadi produsen padi terbesar nasional pada 2023. Capaian tersebut berhasil dicapai selama 4 tahun berturut-turut sejak 2020.
"Angka sementara produksi padi di tahun 2023 sebesar 9,591 juta ton GKG atau setara beras sebesar 5,538 juta ton. Angka produksi ini lebih tinggi 64,9 ribu ton GKG dibandingkan angka tetap produksi tahun 2022 yang sebesar 9,526 juta ton GKG," kata Khofifah.
"Capaian ini menjadikan Jatim produsen padi tertinggi selama 4 tahun berturut-turut. Di mana, luas panen padi di Jatim tahun 2023 mencapai sekitar 1,685 juta hektare," paparnya menambahkan.

Khofifah menambahkan, saat ini Jatim tidak hanya menyuplai kebutuhan Jatim melainkan mulai September 2023 Jatim turut menyuplai Sulawesi Selatan, Riau, dan Babel selain 16 provinsi Indonesia Timur yang memang hampir 80 persen telah disuplai Jatim .
Gubernur mengatakan bahwa Jawa Timur saat ini tidak hanya menyuplai kebutuhan lokal. Sejak September lalu, Jawa Timur turut menyuplai Sulawesi Selatan, Riau, dan Babel selain 16 provinsi Indonesia Timur yang memang hampir 80 persen telah disuplai.
"Hal ini menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur merupakan lumbung pangan yang mampu mencukupi kebutuhan mayarakatnya, juga menyangga kebutuhan pangan di provinsi-provinsi lainnya," tuturnya.
"Dan kita semua tahu bahwa beras memiliki nilai strategis karena beras adalah makanan pokok masyarakat Indonesia sehingga sektor pertanian yang didalamnya terdapat industri perberasan memiliki pengaruh besar dalam bidang ekonomi," imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




