Tausiyah Ramadan di PT Garam, KH Hasyim Muzadi Cerita Humor dengan Pastur

Tausiyah Ramadan di PT Garam,  KH Hasyim Muzadi Cerita Humor dengan Pastur KHA Hasyim Muzadi (kanan) dan Direktur Utama PT Garam Usman Perdanakusuma, MBA. Foto: HARIAN BANGSA

”Kalau pengangguran tenaga kerja masih lumayan, tapi kalau pengagguran cinta kan bahaya,” kata Kiai Hasyim lagi. Dengan logika itu, menurut Kiai Hasyim, ternyata para pastur itu mengakui kebenaran ajaran agama Islam.

Kiai Hasyim kemudian mencontohkan kasus nafsu yang diumbar secara bebas. ”Ada sebuah perkampungan di Eropa yang punya budaya sangat bebas. Di situ seorang isteri disebut isteri umum. Artinya, siapa saja boleh melakukan hubungan badan dengan dia. Nanti kalau punya anak, bisa diasuh sendiri atau diserahkan kepada negara,” katanya.

Jadi di luar agama Islam terjadi dua kutub ekstrem dalam menghadapi nafsu. Yaitu dipotong atau diumbar secara bebas. ”Nah, Islam berada di tengah. Kalau dalam Islam, nafsu itu tidak dipotong dan tidak diumbar secara bebas. Tapi dikendalikan,” tegasnya.

Yang juga menarik, dalam Tausiyah Ramadan itu Kiai Hasyim juga banyak bercerita tentang keajaiban kiai NU. ”Dulu di Tuban ada kiai bernama Kiai Shoim. Kalau ngaji kitab tak mau di bawah atap, tapi selalu di tempat terbuka,” katanya.

Uniknya, ketika hujan turun ternyata Kiai Shoim bisa menangkal lewat doanya. Ia angkat salah satu tangannya dan berdoa, ”Ya Allah, janganlah turunkan hujan dulu. Turunkan besok saja setelah selesai pengajian.”

Ajaib. Hujan itu langsung reda. ”Karena tulus dan sesuai nuraninya,” kata Kiai Hasyim. Karena itu Kiai Hasyim minta agar kita selalu bertindak sesuai nurani dan dilandasi rasa ikhlas.

Dalam acara Tausiyah Ramadan yang digelar mulai pukul 13.00 WIB itu, Direktur Utama PT Garam (Persero), Usman Perdanakusuma, MBA, tampak serius menyimak tausiyah Kiai Hasyim Muzadi. Begitu juga para karyawan tampak terkesima dan selalu tertawa lepas mendengar tausiah Kiai Hasyim Muzadi yang disampaikan dalam bahasa sederhana tapi mengena.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Garam, Usman Perdanakusuma berharap harga garam ke depan bisa naik dan tanpa harus impor. Sehingga Indonesia benar-benar mandiri. Dengan demikian kehidupan para petani garam bisa sejahtera. (ma)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pastor Sindir Kiai Poligami, Ini Respon Cerdas dan Jenaka KH A Hasyim Muzadi':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO