Salah satu korban saat menjalani perawatan medis di RSUD Sampang. Foto: Dok Polres Sampang/ BANGSAONLINE
Kasi Humas Polres Sampang Ipda Sujianto membenarkan kejadian tersebut. "Kejadian itu melibatkan dua desa dan tujuh orang mengalami luka berat dan pelakunya sekitar 20 orang," katanya, Rabu (4/10/2023).
Menurut polisi, peristiwa itu terjadi karena kesalahpahaman. Atas kejadian tersebut, polisi masih melakukan penyelidikan meskipun permasalahan ini akan diselesaikan secara kekeluargaan.
"Tadi sekira jam 10.00 pagi terjadi pertemuan di antara dua desa tersebut di Polres Sampang yang dipertemukan oleh Kapolres Sampang, Dandim 0828, Sekda Sampang, muspika, serta beberapa tokoh setempat," ujarnya.
Polisi mengklaim hingga saat ini belum ada pihak manapun, baik masyarakat atau korban yang melaporkan adanya kejadian tersebut ke Polres Sampang. Tetapi pihak kepolisian tetap melakukan rangkaian penyelidikan untuk mencari penyebabnya.
"Dugaan sementara karena motif asmara, tapi penyelidikan tetap dilakukan oleh polisi," pungkasnya. (tam/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




