Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, saat mengenakan helm keselamatan kepada peserta pelatihan kerja. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
Sementara itu, Kepala Disnaker Gresik, Andhy Hendro Wijaya, menyebut pelatihan kerja dengan kerja sama bersama Kadin ini meliputi 3 bidang, yakni pelatihan konstruksi rangka atap baja ringan yang diikuti peserta 16 orang selama 23 hari. Lalu ada pelatihan digital marketing yang diikuti 16 orang selama 5 hari, dan pelatihan menjahit yang diikuti 16 orang selama 16 hari.
"Setelah mengikuti pelatihan ini, harapannya, para peserta dapat bekerja di perusahaan atau menciptakan lapangan kerja bersama (UMKM) sehingga dapat membuka lapangan kerja baru," ujarnya.
Ia menambahkan, bidang pelatihan yang dibuka juga sudah sangat pas dengan situasi di lapangan. Konstruksi rangka atap baja ringan mutlak diperlukan dalam proyek rumah atau bangunan, dan pelatihan menjahit diyakini akan laris, terutama mendekati Pemilu 2024.
Dimas Aditya (21), salah satu peserta pelatihan yang sehari-hari tinggal di Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, mengaku bersemangat mengikuti pelatihan.
"Bersemangat. Karena selain mendapatkan ilmu, nanti kita juga mendapatkan sertifikat. Semoga bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus setelah selesai pelatihan," katanya. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




