Salah seorang warga menunjukan bekas lebam akibat pemukulan yang dilakukan terhadap korban. (foto: rony suhartomo/BANGSAONLINE)
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Diduga karena merasa terganggu dengan kegiatan Patrol (Membangunkan Orang Sahur, red) disertai dengan membunyikan petasan, Sumariyanto (40) Warga Sawahan Gang 2 Kecamatan Jombang kabupaten Jombang, menganiyaya JAI (15) Warga Sawahan Gang 4 Kecamatan Jombang kabupaten Jombang Jawa Timur. Setelah sempat diseret sejauh 10 Meter korban dipukuli hingga menderita lebam di kepala.
"Mereka sudah saya ingatkan untuk tidak membunyikan petasan saat patrol di daerah rumah saya, Namun tetap saja membandel. Alasannya karena mertua saya sedang sakit jantung takut terjadi apa-apa," Ujar Sumariyanto Kepada Wartawan, Minggu (28/6/2015).
BACA JUGA:
- Kesal Tak Dibelikan Motor, Pemuda di Tuban Hajar Ayah dan Adik Kandung hingga Luka
- Sekelompok Pemuda Serang Pemotor di Bangkalan hingga Luka Jelang Sahur
- Oknum ASN di Tuban Diamankan Polisi Usai Diduga Aniaya Empat Karyawan SPBU Parengan
- Pria ini Dibogem Pemotor yang Bawa Istri dan Anak di SPBU, Polres Gresik Lakukan Penyelidikan
Sumariyanto menambahkan, kegiatan patrol itu sebenarnya tidak mengganggu, namun ketika dibarengi dengan membunyikan petasan kegiatan tersebut sangat menganggu. Dan bahkan ada beberapa rumah warga yang di pintunya ditaruh petasan.
"Sebelumnya sudah saya ingatkan namun mereka tidak menggubrisnya, yang buntutnya tadi malam itu. Kan tindakan seperti itu tidak etis dilakukan, masak membangunkan orang sahur harus dengan cara seperti itu, kan ada yang lebih baik. Ditambah lagi mertua saya kan lagi sakit mas," imbuhnya.
Tepisah orang tua Korban, Muhammad Efendi (50) yang tidak terima atas dugaan penganiyaan tersebut akan melaporkan ke aparat yang berwajib agar pelaku diproses secara hukum. Dirinya sangat menyanyangkan tindakan yang dilakukan oleh Sumariyanto.
"Anak saya sempat diseret sejauh 10 meter dan dipukuli, beberapa warga yang akan menolong malah diancam akan dibunuh. Kita sudah laporkan kejadian ini ke Pihak kepolisian dan rencananya besok mulai pemeriksaan berbekal Visum dari Rumah sakit Umum kabupaten Jombang," tutur Efendi. (jbg1/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




