Tinjau Banjir di Sampang, Gubernur Khofifah Minta Semua Pihak Patuhi Peringatan BMKG

Tinjau Banjir di Sampang, Gubernur Khofifah Minta Semua Pihak Patuhi Peringatan BMKG Gubernur Khofifah saat meninjau daerah terdampak banjir di Sampang.

"Kebetulan gelombang di laut di bebe4apa area juga tinggi. Kemarin mungkin kawan-kawan sempat terkonfirmasi, ada kapal dari Lamongan mau ke Kalimantan. Ada yang memang harus menunggu 7 hari. itu sesuai dengan hasil prediksi dari BMKG untuk kewaspadaan, keselamatan, keamanan seluruh penumpang," tuturnya.

Dirinya mengingatkan, terkait segala sesuatu berbasis laut menurutnya haruslah sesuai dengan penyesuaian gelombang laut. Dimana dalam hal ini prediksi BMKG terkait bencana hidrometeorologi, yang memberikan update perubahan cuaca harus mendapatkan perhatian masyarakat.

"Rasanya tiga tahun terakhir ini harus lebih waspada, karena memang ada perubahan cuaca, perubahan iklim yang secara global, mempengaruhi kehidupan," imbuhnya.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, upaya mengantisipasi banjir juga telah dilakukan dengan melakukan pengerukan Kali Kemuning. Selain itu plengsengan dan pelebaran juga telah dilakukan.

"Nah, dari kali Kemuning itu kan ada dua muara yang ketemu nanti dekat PP. At-Taroqqi Karongan, saya pernah kesana. Waktu itu dengan pimpinan dari unit PUPR yang ada di Jawa Timur. Memang itu harus dibuatkan kanal. kalau di Jakarta itu seperti Banjir Kanal Timur karena ada pertemuan dua arus sehingga air langsung ke laut," jelas .

Di akhir, bersama Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim, berharap surutnya banjir dapat memulihkan kembali kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan di Kabupaten Sampang. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memiliki kesadaran dan kewaspadaann kolektif atas lingkungan mereka.

"Kami bersama Pangdam dan Kapolda ingin memastikan bahwa kejadian banjir hari ini sudah bisa kita lihat telah surut, semoga kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan di Kab. Sampang bisa pulih seperti semula," katanya.

"Kita semua bersinergi dan tentunya semua sudah melakukan yang terbaik. Harapannya kita bisa menjaga daya dukung alam dan lingkungan kita sehingga kita bisa terhindar dari bencana banjir," imbuhnya.

Usai meninjau dampak banjir di PP Assirojiyah dan Dapur Umum, Gubernur juga memberikan santunan sebagai bentuk takziyah bagi salah satu korban meninggal, yakni Muhammad Romli (27), akibat tersengat listrik saat banjir terjadi di Kabupaten Sampang.

Dimana santunan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur kepada perwakilan keluarga korban Almarhum Muhhamad Romli, yakni Isrofil (30), yang dilakukan Pendopo Kabupaten Sampang. Santunan tersebut diberikan sebesar Rp 10 juta.

“Terima kasih Ibu Gubernur atas bantuan yang diberikan. Kami sangat-sangat merasa terbantu atas bantuan yang telah diberikan kepada kami. Serta kami mohon doanya agar almarhum diterima di sisi terbaik Allah SWT,” kata Isrofil.

Selanjutnya Gubernur bersama Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, Bupati dan Wakil, Bupati Sampang, Danrem 084 Bhaskara Jaya, melanjutkan peninjauan sekaligus silaturrahim dengan pengasuh Pesantren Attoriqi Sampang KH. Fauroq Alawy Muammad yang kemarin juga terdampak banjir cukup tinggi namun hari ini di sekitar pesantren alhamdulillah sudah surut total.

Melalui BPBD Jatim, Gubernur juga memberikan beberapa bantuan diantaranya ratusan sembako, beras 300 Kg, Mie Instant 50 karton, Minyak Goreng 60 Liter, Sarden 230 Kaleng, Makanan Ringan (Snack) 10 Karton, 50 selimut, 50 sarung, Terpal 20 Lembar, Sepatu Boot 10 Pasang serta uang tunai. (dev/sis)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO