Hal sama juga dikatakan Ketua PAC Sawahan Iwan Tjandra. Ia mengatakan pihaknya akan menjalankan keputusan DPP dengan satu pikiran, yakni memenangkan Pilkada 2015.
"Ini supaya kepemimpinan PDIP di pemerintahan Kota Surabaya tetap terjaga kelangsungannya ke depan," katanya.
Ia mengatakan dua kali penerapan Pilkada langsung di Kota Surabaya, supremasi PDIP sangat kuat. Tahun 2005, berhasil mengantar Bambang DH-Arif Afandi. Kemudian Pilkada 2010, PDIP sukses mengantar pasangan Tri Rismaharini-Bambang DH ke tampuk pimpinan Kota Surabaya.
Wisnu menambahkan, dengan tidak menyebut nama dan malah menyerahkan sepenuhnya keputusan terbaik pada Ketua Umum PDIP, maka keutuhan dan konsolidasi PDIP di Kota Surabaya semakin terjaga sekaligus siap siaga.
"Keputusan Rakercab itu membuat kesadaran politik kami semakin mengristal, utuh, kuat, solid, serta siap lahir dan batin untuk memenangkan misi PDIP dalam Pilkada Surabaya," kata Wisnu.
Usai Rekercab, seluruh utusan PDIP Kota Surabaya beramai-ramai menuju Kantor PDIP Jawa Timur di Jalan Kutisari Industri untuk menyerahkan berkas hasil Rakercab.
"Terima kasih atas penyerahan ini. PDIP Perjuangan Jawa Timur akan meneruskan kepada Pimpinan Pusat Partai di Jakarta," ujar Wakil Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur SW Nugroho saat menerima berkas Rakercab dari Wisnu Sakti Buana. (lan/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




