Minggu, 15 September 2019 21:58

Pembinaan Wajib Pajak Tahun 2015, Ditjen Pajak Hapus Sanksi Adminitrasi

Rabu, 29 April 2015 19:56 WIB
Pembinaan Wajib Pajak Tahun 2015, Ditjen Pajak Hapus Sanksi Adminitrasi
Ken Dwijugiasteadi, Kakanwil DJP Jatim 1. (Shoim/BANGSAONLINE)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Direktorat jendral (Ditjen) Pajak RI, pada tahun 2015 ini mencanangkan sebagai tahun pembinaan wajib pajak. Itu dilakukan antara lain dengan menghapus sanksi adminitrasi serta bunga bagi keterlembatan pembayaran pajak. Hal ini juga resmi diumumkan oleh presiden RI di istana negara, kemarin (29/4).

Menurut Kepala Kanwil DJP (Direktorat Jendral Pajak) Jatim 1, Ken Dwijugiasteadi, tahun pembinaan wajib pajak pada tahun 2015 ditujukan kepada kelompok wajib pajak terdaftar yang telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT), maupun yang belum menyampaikan SPT, serta kelompok orang pribadi atau badan yang belum terdaftar sebagai wajib pajak.

"Selama tahun ini (2015), memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk segera mengurus hal-hal yang terkait dengan perpajakan, untuk tahun ini kami (Ditjen pajak) juga menghapus sanksi adminitrasi," jelas Dwijugiasteadi kepada wartawan di kantornya, Jl. Jagir Wonokromo 100-104 Surabaya (29/4).

Ditjen Pajak menyarankan kepada amasyarakat agar segera mengurus hal-hal yang berkaitan dengan perpajakan, seperti halnya mendaftarkan diri untuk segera mendapatkan NPWP, membetulkan SPT serta membayar pajak. Selain itu, masyarakat akan dibebaskan dari sanksi adminitrasi seperti bunga dan denda atas keterlambatan dan pelaporan pembayaran pajaknya.

Kepala Kanwil DJP (Direktorat Jendral Pajak) Jatim menjelaskan, untuk mendukung program ini, pemerintah pusat telah menerbitkan payung hukum, yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang pengurangan atau penghapusan sanksi adminitrasi sebagai akibat dari keterlambatan penyamapaian SPT, pembetulan SPT atau keterlambatan pembayaran atau penyetoran pajak.

Ken Dwijugiasteadi juga menegaskan, bahwa tahun 2015 sebagai tahun pembinaan wajib pajak merupakan bagian dari stategi Ditjen untuk memenuhi target penerimaan pajak pada tahun 2015 di targetkan Rp 1,295 Triliun, diakui oleh Ken, bahwa terget tersebut cukup besar, karena hasil pajak untuk membiayai pembangunan. "Target kita saat ini memang besar, karena pajak sebagai penyumbang utama untuk membiayai pembangunan," pungkasnya. (sby-1/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...