Sabtu, 25 Januari 2020 12:48

Pembinaan Wajib Pajak Tahun 2015, Ditjen Pajak Hapus Sanksi Adminitrasi

Rabu, 29 April 2015 19:56 WIB
Pembinaan Wajib Pajak Tahun 2015, Ditjen Pajak Hapus Sanksi Adminitrasi
Ken Dwijugiasteadi, Kakanwil DJP Jatim 1. (Shoim/BANGSAONLINE)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Direktorat jendral (Ditjen) Pajak RI, pada tahun 2015 ini mencanangkan sebagai tahun pembinaan wajib pajak. Itu dilakukan antara lain dengan menghapus sanksi adminitrasi serta bunga bagi keterlembatan pembayaran pajak. Hal ini juga resmi diumumkan oleh presiden RI di istana negara, kemarin (29/4).

Menurut Kepala Kanwil DJP (Direktorat Jendral Pajak) Jatim 1, Ken Dwijugiasteadi, tahun pembinaan wajib pajak pada tahun 2015 ditujukan kepada kelompok wajib pajak terdaftar yang telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT), maupun yang belum menyampaikan SPT, serta kelompok orang pribadi atau badan yang belum terdaftar sebagai wajib pajak.

"Selama tahun ini (2015), memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk segera mengurus hal-hal yang terkait dengan perpajakan, untuk tahun ini kami (Ditjen pajak) juga menghapus sanksi adminitrasi," jelas Dwijugiasteadi kepada wartawan di kantornya, Jl. Jagir Wonokromo 100-104 Surabaya (29/4).

Ditjen Pajak menyarankan kepada amasyarakat agar segera mengurus hal-hal yang berkaitan dengan perpajakan, seperti halnya mendaftarkan diri untuk segera mendapatkan NPWP, membetulkan SPT serta membayar pajak. Selain itu, masyarakat akan dibebaskan dari sanksi adminitrasi seperti bunga dan denda atas keterlambatan dan pelaporan pembayaran pajaknya.

Kepala Kanwil DJP (Direktorat Jendral Pajak) Jatim menjelaskan, untuk mendukung program ini, pemerintah pusat telah menerbitkan payung hukum, yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang pengurangan atau penghapusan sanksi adminitrasi sebagai akibat dari keterlambatan penyamapaian SPT, pembetulan SPT atau keterlambatan pembayaran atau penyetoran pajak.

Ken Dwijugiasteadi juga menegaskan, bahwa tahun 2015 sebagai tahun pembinaan wajib pajak merupakan bagian dari stategi Ditjen untuk memenuhi target penerimaan pajak pada tahun 2015 di targetkan Rp 1,295 Triliun, diakui oleh Ken, bahwa terget tersebut cukup besar, karena hasil pajak untuk membiayai pembangunan. "Target kita saat ini memang besar, karena pajak sebagai penyumbang utama untuk membiayai pembangunan," pungkasnya. (sby-1/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 25 Januari 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*80. Waqul rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa-akhrijnii mukhraja shidqin waij’al lii min ladunka sulthaanan nashiiraan.Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluark...
Selasa, 21 Januari 2020 13:25 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...