PCNU Situbondo tak Persoalkan Banyaknya Ketua PCNU Menolak Ahwa

PCNU Situbondo tak Persoalkan Banyaknya Ketua PCNU Menolak Ahwa Ilustrasi. foto: sinar harapan

BangsaOnline - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo H A Fauzan Masruri mengaku setuju dan mendukung sistem pemilihan Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) dalam ke-33 pada 1 hingga 5 Agustus 2015 di Jombang. Meski demikian ia tak mempersoalkan banyaknya Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziah PCNU yang menolak Ahwa. Ia menganggap wajar mereka menolak Ahwa karena setiap orang punya pandangan berbeda. Ia bahkan mengaku bangga karena perbedaan pendapat di NU berkembang dengan baik.

”Gak apa-apa. Itu demokrasi. NU jangan beku. Jangan manthu’-manthu’ (mengangguk-angguk) saja,” kata Fauzan Masruri kepada BangsaOnline.com tadi malam (24/3).

Menurut dia, PWNU Jawa Timur sudah pernah mengumpulkan para Rais Syuriah PCNU di Ploso Kediri dan Sidogiri Pasuruan. ”Saat itu mereka (Rais Syuriah PCNU) diam semua,” katanya. Maksudnya, dalam forum pertemuan itu seolah setuju karena tak satupun yang tampil bicara manolak atau setuju. Ternyata usai pertemuan itu mereka membuat pertemuan sendiri-sendiri di daerah masing-masing. “Ya, gak apa-apa,” katanya sambil tertawa. Ia malah senang karena mereka punya sikap dan prinsip jelas sesuai dengan apa yang mereka yakini.

Seperti diberitakan kemarin, informasi yang diterima BangsaOnline.com menyebutkan, beberapa Rais Syuriah PCNU yang hadir dalam pertemuan di Sidogiri mengakui bahwa dalam pertemuan itu mereka (Rais Syuriah) lebih banyak diam saat KH Miftahul Ahyar, Rais Syuriah PWNU Jawa Timur dan KH Mas Subadar, pengurus PBNU dan tokoh PKNU asal Besuk Pasuruan memberi taushiyah soal Ahwa. Tapi, menurut mereka, diam bukan berarti setuju.

“Sekedar taadduban saja. Kami tak mentolo mau terus terang menolak dalam forum itu, karena kiai yang berbicara di depan sangat bersemangat dan ada yang mau mempertaruhkan jabatan demi Ahwa,” kata seorang Rais Syuriah PCNU yang mengaku hadir dalam pertemuan di Sidogiri dan Ploso Kediri atas undangan PWNU Jawa Timur.

Hanya selang beberapa hari dari pertemuan di Sidogiri dan Ploso beberapa Rais Syuriah langsung menggelar pertemuan sendiri baik di kawasan Mataraman maupun di Tapal Kuda. Intinya, mereka menolak Ahwa diterapkan pada ke-33 karena selain secara organisasi belum ada cantolan hukumnya juga diduga hanya untuk kepentingan mengganjal figur, yaitu KHA Hasyim Muzadi. Padahal mayoritas PCNU di Jawa Timur justeru mendukung Kiai Hasyim Muzadi.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO