Jumat, 07 Mei 2021 22:32

Bajing Loncat Antarkota Dibekuk Satreskrim Polrestabes Surabya

Senin, 16 Maret 2015 22:02 WIB
Editor: Dur
Wartawan: Rusmiyanto
Bajing Loncat Antarkota Dibekuk Satreskrim Polrestabes Surabya
Dua anggota komplotan yang dibekuk petugas. [foto:rusmiyanto/BangsaOnline.com]

SURABAYA (BangsaOnline) - Dua anggota komplotan pembajakan truk antarkota akhirnya berhasil diringkus Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dua pelaku itu Mochamad Ali (33) warga Duduk Sampean Gresik dan M. Yusuf (28), warga Kemladi Mojokerto.

Komplotan bajing loncat yang biasa merampas barang bawaan truk antarkota ini beberapa bulan belakangan sangat meresahkan masyarakat dan pemilik barang. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete di lokasi mengatakan, kawanan ini beberapa kali beraksi di wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya.

Penangkapan komplotan tersebut berawal dari laporan salah satu korban yang juga pengusaha ekspedisi yang kehilangan truk fuso yang sedang memuat palet kertas.

“Dari laporan itu kami lakukan undercover akhirnya kami berhasil menangkap kedua tersangka ini saat hendak menjual truk tersebut,” ungkap AKBP Takdir Mattanete.

BACA JUGA : 

Kapolrestabes Surabaya Anjangsana ke Rumah Duka Kopda Dirgantara Nugroho Putranto

Pesta Narkoba di Hotel, Lima Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Divpropam Polda Jatim

Wali Kota Eri Cahyadi Pimpin Apel Gelar Pasukan Larangan Mudik Hari Raya Idulfitri

Pembunuhan Ibu Hamil oleh Suami di Surabaya, Pelaku Simpan Jasad Korban hingga Janin Keluar Sendiri

Takdir menambahkan, komplotan ini sering melakukan penbajakan truk muatan yang bekerjasama dengan sopir. Diperkirakan pelaku ini berjumlah sekitar enam orang. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalaminya.

“Kami akan terus mendalami lagi, karena pembajakan seperti ini kerap terjadi dan kami sering mendapatkan laporan seperti ini. Menurut pengakuan tersangka, mereka baru melakukan aksinya empat bulan trakhir, dan pernah membajak truk yang bermuatan sembako,” kata Takdir.

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga masih memburu Budi yang merupakan otak dari komplotan ini. Sementara menurut pengakuan Ali, dirinya hanya disuruh Budi untuk menurunkan barang tersebut dan mencari pembeli dari barang hasil pembajakan tersebut.

“Saya hanya dijanjikan mendapat komisi, tapi tidak tahu berapa. Dia (Budi) hanya bilang jika barang ni semua laku dan beres nanti akan dikasih komisi, hanya saja tidak disebutkan nominalnya berapa. Tapi, keburu ditangkap,” ungkap Ali.

Suami Takut Istri
Kamis, 06 Mei 2021 18:19 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam seminar bertema gender, Gus Dur ditanya seorang peserta. Pertanyaannya sangat sensitif dan pribadi. “Gus, katanya beberapa kiai juga takut pada istri. Apa Gus Dur juga takut pada istri?,” tanya orang itu....
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 07 Mei 2021 06:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wartawan kondang Dahlan Iskan mencatat dua waswas setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 ternyata minus hampir 1 persen.Apa saja? Silakan baca tulisan wartawan kawakan itu di HARIAN BANGSA dan BANGSA...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 07 Mei 2021 10:42 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...