Komisi IV melaksanakan rapat kerja dan hearing bersama Dinas Kesehatan dan RSUD dr. R. Koesma Tuban, di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Tuban, Kamis (1/7/2021). (foto: ist)
Selain itu, Komisi IV juga merekomendasikan kepada Dinas Kesehatan Tuban supaya melakukan komunikasi, koordinasi, kolaborasi dengan instansi terkait dalam menyikapi kasus lonjakan Covid-19.
"Selain itu, juga harus meningkatkan testing dan tracing, optimalkan peran satgas Covid-19 di tingkat desa/kelurahan, dan juga rekrutment tenaga kesehatan terlatih (relawan) dan sopir ambulans," imbuhnya.
Bahkan, pihaknya juga merekomendasikan penambahan bed (tempat tidur) untuk mengurangi beban kerja RS dan tenaga kesehatan termasuk ruang isolasi dan ICU. Menurutnya, kualitas pelayanan dalam keadaan urgent tidak boleh menolak pasien.
"Kami berharap, sistem rujukan di puskesmas dan membuat buat RS khusus Covid-19, dalam hal ini disepakati RSUD Ali Mansyur Jatirogo," jelasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinkes Tuban Bambang Priyo Utomo menjelaskan, pihaknya akan melihat laju perkembangan kasus Covid-19 dalam sepekan ke depan. "Jika dalam sepekan ke depan masih ada lonjakan, kami siapkan ruang perawatan khusus di Puskesmas Rengel dan Puskesmas Bangilan, masing-masing 10 kamar," tutur Bambang.
Tak cukup sampai di situ, jika masih penuh, maka pihaknya memastikan RSUD Ali Mansyur sebagai RS pusat rujukan pasien Covid-19 sebagaimana rekomendasi Komisi IV. "Jika kondisi darurat, RSUD Ali mansyur akan kami jadikan sebagai pusat rujukan pasien Covid-19," tutupnya. (gun/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




