Kamis, 29 Juli 2021 05:26

4 Bulan Tak Digubris Inspektorat, Pelapor Kepsek Suka Bolos di Sumenep Mulai Wadul ke Bupati

Senin, 14 Juni 2021 21:51 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Alan Sahlan
4 Bulan Tak Digubris Inspektorat, Pelapor Kepsek Suka Bolos di Sumenep Mulai Wadul ke Bupati
Bukti surat pelaporan ke Bupati Sumenep.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Kasus Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Lenteng, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep yang diduga melanggar PP No. 53 tentang pelanggaran disiplin, karena jarang masuk mengajar kelas, resmi dilaporkan ke Bupati Sumenep per tanggal 14 Juni 2021.

Pasalnya, Makhtub Syarif-salah seorang warga Sumenep pelapor perilaku kepala sekolah tersebut, merasa tidak digubris oleh Inspektorat. Ia menilai pihak Inspektorat terlalu lambat alias lemot dalam menanggapi laporannya yang sudah masuk sejak 4 bulan yang lalu tersebut.

“Empat bulan sudah, menunggu jawaban serius dari Inspektorat tapi belum juga ada respons yang signifikan dari Inspektorat. Maka hari ini, Senin (14/06/21), kami resmi melalui Pengaduan Masyarakat (Dumas) resmi laporkan ke Bupati Sumenep. Inspektorat terkesan main-main tehadap kasus yang telah mencoreng dunia pendidikan. Padahal pendidikan adalah ujung tombak dari maju dan tidaknya sebuah bangsa,” jelas Makhtub Syarif.

Mestinya, menurut Syarif, Inpektorat dan jajarannya paham tentang dunia pendidikan secara utuh, sehingga pendidikan di Sumenep semakin maju.

BACA JUGA : 

Empat Bulan Pengaduan Tidak Digubris Inspektorat, Warga Sumenep Ancam Wadul ke Bupati

PSB, DPRD Sumenep Minta Sekolah Transparan Sampaikan Rincian Biaya ke Wali Murid

Kasusnya Terus Dikawal, Kasek SMPN 1 Lenteng Sumenep Akan Segera Dipanggil Inspektorat

Kasek Nakal di Sumenep Akhirnya Resmi Dilaporkan ke Inspektorat

“Tapi rupanya para pejabat yang ada di Inspektorat terkesan masa bodoh terhadap pendidikan dan buktinya, kasus yang tampak sepele namun berefek pada kecerdasan kehidupan berbangsa, tidak mendapat perhatian yang serius dari pemegang kebijakan,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Inspektorat Yatik melalui Pembantu IV Inspektorat Ahmad Nurullah, menyebutkan bahwa pada kasus tersebut masih dalam proses. (aln/ian)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...