Rabu, 28 Juli 2021 21:59

Soal Jenazah Diangkut Pakai Kendaraan Roda Tiga, RS PG Wonolangan: Itu Miskomunikasi

Senin, 07 Juni 2021 17:01 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Sugianto
Soal Jenazah Diangkut Pakai Kendaraan Roda Tiga, RS PG Wonolangan: Itu Miskomunikasi
Direktur RSU PG Wonolangan, drg Indra Gunawan saat dikonfirmasi wartawan di Mapolsek Dringu, Senin (7/6/2021).

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Pihak Rumah Sakit PG Wonolangan, Kabupaten Probolinggo memberi klarifikasi soal viralnya video jenazah bernama Sopo (60), warga Desa Tamansari, Kecamatan Dringu yang diangkut dengan menggunakan kendaraan roda tiga.

Hal itu disampaikan Direktur RSU PG Wonolangan, drg Indra Gunawan saat dikonfirmasi wartawan di Mapolsek Dringu, Senin (7/6/2021). “Itu miskomunikasi dan terjadi kesalahpahaman saja,” kata Indra.

Menurut dia, biaya ambulans untuk mengangkut jenasah hanya sebesar Rp 100 ribu lebih. “Jadi, bukan sebesar Rp 800 ribu,” kilahnya.

Sekadar diketahui, seorang warga bernama Supo (60), asal Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo meninggal saat dirawat di RS PG Wonolangan karena menderita penyakit paru-paru. Korban dirawat menggunakan biaya BPJS. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (4/6/2021) pekan lalu.

BACA JUGA : 

Wali Kota Probolinggo Apresiasi Bantuan Batman untuk Warga Isoman

Pabrik Kayu di Probolinggo Ludes Terbakar, Kerugian hingga Miliaran Rupiah

PPKM Darurat, Pemkot Probolinggo Beri Bantuan Stimulus Rp 200 Ribu untuk PKL Pasar Tugu

PPKM Darurat, Polres Probolinggo Kota Salurkan 50 Ton Beras untuk Warga Terdampak

Merasa tidak mampu membayar biaya mobil ambulans, pihak keluarga kemudian membawa jenazah korban menggunakan kendaraan roda tiga. “Sudah tidak ada masalah. Masalah ini sudah selesai secara kekeluargaan. Bahkan pihak rumah sakit sudah membantu keluarga korban,” tandas Indra.

Kapolsek Dringu, Iptu Bagus mengatakan, jika penyelesaian secara kekeluargaan itu dilakukan agar tidak terjadi polemik di masyarakat. “Masalah ini sudah selesai. Sudah tidak ada persoalan lagi,” katanya.

Sementara itu, Nur Ali, salah seorang perwakilan dari pihak keluarga korban berharap agar kejadian itu tidak terulang lagi. “Kami juga berharap agar pasien yang kurang mampu dibiayai oleh BPJS. Sehingga tidak menjadi beban bagi pasien yang berasal dari keluarga miskin,” katanya. (ugi/ian)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...