Kamis, 24 Juni 2021 18:14

Praktisi Pendidikan Dukung Usaha Pemprov Jatim Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka

Senin, 17 Mei 2021 19:55 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
Praktisi Pendidikan Dukung Usaha Pemprov Jatim Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka
Dr. Lia Istifhama, M.E.I., Praktisi Pendidikan Jatim dalam sebuah diskusi bersama Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sinyal kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terlihat semakin jelas, seiring dengan kebijakan pemerintah pusat yang menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri pada tanggal 30 Maret 2021 lalu. SKB ini mengenai panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Pemprov Jatim pun menunjukkan spirit pelaksanaan pendidikan tatap muka. Bahkan, Jawa Timur bersiap memenuhi persyaratan agar tatap muka bisa digelar pada Juli 2021. PTM ini diharapkan berlangsung di semua jenjang pendidikan, tak hanya SMA/SMK.

Spirit Jawa Timur yang tengah mempersiapkan sekolah tatap muka ini menuai banyak simpati dan dukungan, di antaranya dari praktisi pendidikan, Lia Istifhama.

“Tentu jajaran Pemprov Jatim telah melakukan observasi dan mengukur secara cermat dan komprehensif perkembangan pendidikan secara daring. Jadi, pemberlakuan kegiatan belajar tatap muka ini harus didukung semua pihak,” terang perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, Senin (17/5/2021).

BACA JUGA : 

Tak Mau Gegabah Soal PTM, Pemkot Surabaya Masih Tunggu Perkembangan Covid-19

Pengetatan 8 Desa, Pemprov Jatim Bersama TNI, Polri, dan Pemkab Bangkalan Dirikan Posko PPKM Mikro

Pemprov Jatim Siap Gelar Pendidikan Tatap Muka Terbatas

Tekan Laju Covid-19, HKTI Donasikan Ribuan Dosis Ivermectin ke Bangkalan

Aktivis perempuan ini mengungkapkan dukungannya terhadap kegiatan belajar tatap muka, bukan berarti ia menafikan perkembangan teknologi yang harus bisa diikuti. Melainkan, sekolah tatap muka tetap diperlukan agar anak-anak terhindar dari karakter asosial.

Menurut ibu dua anak ini, pertumbuhan mental dan kognitif pasti jauh berbeda antara anak-anak yang mengenyam pendidikan di sekolah dengan mendapatkan pengetahuan melalui sarana gadget.

"Kita yang sekarang dewasa, adalah produk sekolah tatap muka. Jadi, hak yang sama seharusnya dimiliki anak-anak kita," tegasnya.

Tokoh Milenial Literasi Jawa Timur tersebut menambahkan, dukungan bisa diberikan oleh semua pihak, baik orang tua maupun lembaga pendidikan. Dukungan dan partisipasi aktif dinilainya penting agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat berjalan dengan tepat.

“Kita harus menguatkan semangat mereka belajar bersama teman-temannya, karena saya yakin, anak-anak pasti rindu bertemu teman-temannya," kata Doktor Ekonomi Syariah UINSA Surabaya tersebut.

Sebelumnya, guna memastikan pembelajaran tatap muka berjalan dengan aman, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengharapkan segala sesuatunya dipersiapkan. Mulai dari vaksinasi pada guru SMA, SMK, dan SLB harus selesai 100 persen, protokol kesehatan dijalankan dengan ketat, serta jam belajar dan jumlah prosentase siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka.

Untuk itu, Gubernur Khofifah meminta pihak SMA, SMK dan SLB Se-Jatim wajib membentuk Tim Satgas Covid-19 pada tiap sekolah. Di mana, yang tergabung di dalamnya sesuai dengan kearifan lokal, misalnya guru dan murid yang tergabung dalam OSIS di sekolah tersebut.

“Satgas Covid-19 di masing-masing sekolah harus dipastikan clear. Kalau tidak ada satgasnya, maka guru akan kesulitan untuk menertibkan disiplin protokol kesehatan. Kalau anggota satgasnya teman sebaya akan lebih mudah mengingatkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan di sekolah,” terang Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, hingga saat ini 38 bupati/wali kota sudah memberikan rekomendasi untuk SMA, SMK dan SLB yang sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka.

“Kami berharap kepada jajaran Dinkes Jatim pada Bulan Mei 2021 atau Juni 2021, tenaga pendidik dan guru 100 persen sudah divaksinasi 2 kali. Supaya pendidiknya sehat, psikologis masyarakat bisa menerima pembelajaran tatap muka dengan tenang. Sehingga rencana kami tatap muka pada awal tahun ajaran 2021/2022 yaitu pada 5 Juli 2021 dapat berjalan aman,” pungkasnya. (mdr/ian)

Pasuruan Zona Merah, Vaksinasi Digencarkan
Selasa, 22 Juni 2021 23:42 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pasuruan Menggelar Vaksinasi Massal Selasa Siang Tadi(22/06/2021). Vaksinasi Ini Dilakukan Di Alam Terbuka, Tepatnya Di Wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga Terlihat Antusias Mengantre Untuk Mengikuti Vaksi...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Kamis, 24 Juni 2021 07:56 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sejak Covid-19 melonjak lagi secara drastis, penanganan Covid-19 tampak kewalahan. Vaksinasi belum maksimal. Alternatif lain belum mendapat izin. Bahkan konvalesen kini jadi barang langka.Benarkah? Silakan simak tuli...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...