Kamis, 13 Mei 2021 10:00

Pemkab Kediri Bantu 1.250 Kg Benih Padi Kepada Korban Banjir Tarokan

Jumat, 16 April 2021 14:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Pemkab Kediri Bantu 1.250 Kg Benih Padi Kepada Korban Banjir Tarokan
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Anang Widodo, saat menyerahkan bantuan benih padi kepada petani Tarokan. (foto: ist.)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkab Kediri menyerahkan bantuan berupa benih padi kepada warga di empat desa di Kecamatan Tarokan yang terdampak banjir. Total bantuan yang diserahkan sebesar 1.250 kg benih padi varietas Inpari 32 untuk luas lahan 50 hektare.

Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, usai menyerahkan bantuan benih padi untuk petani terdampak banjir di Desa Cengkok menyampaikan, bahwa bantuan tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam pemulihan ekonomi bagi petani yang terdampak banjir di Kecamatan Tarokan.

"Bantuan berupa benih padi diberikan ke empat desa terdampak banjir yakni Blimbing, Jati, Cengkok, dan Kerep. Saya berharap musim tanam selanjutnya tidak ada banjir lagi. Sehingga petani bisa menikmati bantuan benih ini dengan mendapatkan hasil melimpah," kata Wabup Dewi, Jumat (16/4).

Menurut wabup, pemerintah kini juga sedang menyiapkan perbaikan tanggul-tanggul sungai yang jebol yang menyebabkan banjir.

BACA JUGA : 

Jalan "Jeglongan Sewu" di Kediri Mulai Diperbaiki

Gelar Musrenbang, Pemkab Kediri Susun Strategi Bersaing Level Nasional

​Pemdes Kwadungan Kediri Siapkan Tempat Isolasi bagi yang Nekat Mudik

​100 ODGJ dan ODKB di Kediri Terima Bansos Permakanan

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Anang Widodo menjelaskan, varietas inpari 32 ini dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Harapannya dapat memberikan perbaikan nilai kesejahteraan kepada petani terdampak banjir.

“Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada petani terdampak banjir. Kenapa baru diberikan di akhir masa penghujan saat ini, karena dengan pertimbangan musim tanam mundur tahun ini,” terang Anang.

Menurut Anang, musim tanam mundur karena banyaknya air hujan, sehingga berdampak banjir. "Kalau ditanam di tengah musim pasti serangan hama juga meledak dan petani pasti rugi lagi. Di satu sisi, musim tanam April sampai September, nilai jual hasil panennya tinggi. Itulah akhirnya yang mendasari langkah pemberian bantuan ini," pungkas Anang. (uji/rev)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 13 Mei 2021 08:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Tulisan Dahlan Iskan tentang Revolusi Energi edisi 2 ini menarik dinikmati pada Hari Raya Idul Fitri. Memang tergolong berat dan berbobot. Tapi mudah dicerna. Apalagi ditulis secara "sederhana" dalam bentuk pointer-pointer ...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...