Anggota Tim Gegana Brimob Polda Jatim saat mengecek isi tas hitam yang ditemukan di halaman Kantor DPRD Kota Kediri. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
"Itu tadi bukan peledakan ya, tapi proses tadi dinamakan distrakter. Distrakter sendiri adalah sebuah proses penceraiberaian barang yang diduga bom. Tadi operator dari penjinak bom langkah pertama tadi menganalisa, apakah dalam tas tersebut ada unsur bahan peledak atau rangkaian bom atau tidak," kata kapolres didampingi Kasatreskrim Iptu Girindra Wardhana.
Menurut AKBP Eko, operator melakukan distrakter sebanyak dua kali. Distrakter pertama hanya untuk membuka case. Kemudian distrakter kedua untuk menghancurkan isinya.
"Dan ternyata hasil dari distrakter kedua itu hanya ditemukan barang-barang seperti batu bata, baterai, dan juga jam tangan. Jadi tidak ada unsur bahan peledak," ujar AKBP Eko Prasetyo.

Sementara itu, Iptu Girindra Wardana menambahkan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah tas tak bertuan ini terkait aksi teror.
"Kita masih mengumpulkan bukti-bukti dan tidak bisa memutuskan ini adalah aksi teror, jelas kita belum bisa. Karena semua bisa terjadi. Baik itu orang ketinggalan barang bawaan atau lainnya. Maka dari itu, kita masih lakukan proses penyelidikan," kata Iptu Girindra.
Diketahui sebelumnya, pihak keamanan DPRD Kota Kediri dibuat geger dengan penemuan tas misterius yang ada di dekat pintu gerbang sebelah selatan pada pukul 05.30 WIB.
Pengakuan awal pihak pengamanan yang sempat membuka resleting tas tersebut, terlihat sebuah baterai dan kabel. Temuan tas itu akhirnya dilaporkan ke polisi. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




