Rabu, 21 April 2021 06:25

Jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Perawat RS di Surabaya, Pesilat Pagar Nusa Lapor Polisi

Selasa, 23 Februari 2021 18:12 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Anatasia Novarina
Jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Perawat RS di Surabaya, Pesilat Pagar Nusa Lapor Polisi
Korban didampingi kuasa hukum dan belasan pendekar usai melapor ke Polrestabes Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - DIS (18), pesilat wanita Pagar Nusa asal Nganjuk diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum perawat Rumah Sakit (RS) Haji Surabaya. 

Guna meminta pertanggungjawaban atas kejadian yang dialaminya, DIS melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Surabaya, Selasa (23/2/2021). Dia mendatangi Polrestabes Surabaya dengan dikawal belasan pendekar dan didampingi bidang hukum Gerakan Putra Daerah (GPD).

"Hari ini kami melakukan pendampingan kepada pesilat Pagar Nusa di Polrestabes Surabaya, untuk melaporkan dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum perawat RS Haji Surabaya. Kebetulan korban adalah anggota pesilat Pagar Nusa," ujar Danny Wijaya selaku kuasa hukum korban.

Usai pelaporan, Danny mengatakan bahwa korban selanjutnya akan menjalani visum dan pemeriksaan psikiater di Polda Jatim. "Kita tunggu hasil dari kepolisian," pungkasnya.

BACA JUGA : 

​PSHT dan Pagar Nusa Jember Sepakat Serahkan Persoalan Anggota ke Pihak Berwajib

Dukung Simulasi Sekolah Tatap Muka, Kapolrestabes Surabaya Jadi Pemateri di SMPN 1

4.696 Botol Miras Hasil Operasi Pekat Semeru 2021 Dimusnahkan Polrestabes Surabaya

Raker Pagar Nusa Sidoarjo Gagas Pendekar Digital, Penguatan Intelektual, dan Kearifan Lokal

Sementara, korban DIS mengaku masih trauma atas ulah oknum perawat tersebut. "Saya merasa trauma dan kecewa atas ulah oknum perawat. Dia sangat sengaja meremas payudara saya, dia mencari kesempatan di saat kondisi saya lemah," ucap korban.

Ia menceritakan peristiwa itu terjadi saat kondisinya lemas karena masih dalam perawatan di rumah sakit. "Saat itu saya sakit lambung, dia melakukan tensi di lengan kiri saya. Dua kali dia menyenggol payudara saya. Setelah mencopot tensi, dia meremas payudara saya. Selang beberapa menit, dia langsung keluar ruangan," tambahnya.

"Saya gak sempat memberontak, karena kondisi saya lemas. Setelah pulang dari rumah sakit, saya cerita pada suami," terang korban.

Ia mengaku datang ke Polrestabes Surabaya untuk memperoleh keadilan hukum. "Saya berharap ada keadilan hukum, supaya tidak ada korban lagi di suatu saat nanti," pungkasnya.

Diketahui, kejadian itu berawal saat korban diantar suami dan temannya untuk berobat ke RS Haji Surabaya pada Minggu (21/2/2021) sekitar pukul 03.00 WIB. Korban sebelumnya tidak sadar diri.

Singkat cerita, setelah sampai di RS Haji, korban sadar namun kondisi lemas. Lalu korban dibawa ke ruang IGD oleh oknum perawat dengan menggunakan blakar dorong. Setelah di dalam ruangan, di situlah terjadi dugaan pelecehan terhadap korban. Korban diremas payudaranya oleh oknum perawat RS Haji Surabaya.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP-B/172/II/RES/1.24./RESKRIM/SPKT/Polrestabes Surabaya, oknum perawat RS Haji Surabaya dijerat tindak pidana pencabulan pasal 289 KUHP atau pasal 290 KUHP. (ana/rev)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Rabu, 21 April 2021 06:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Mengerikan. Mobil mewah Tesla terbakar. Yang menjadi mistri, tak ditemukan mayat di kursi kemudi. Mayat hanya ditemukan di kursi samping dan jok belakang.Apa sistem autopilot yang jadi kebanggaan Tesla tidak berfungs...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...