Jumat, 23 April 2021 08:52

​Tak Punya Uang, Rekanan Proyek SPAM Rembang Pasuruan Diputus Kontrak

Selasa, 16 Februari 2021 18:42 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Habibi
​Tak Punya Uang, Rekanan Proyek SPAM Rembang Pasuruan Diputus Kontrak
Alat berat proyek pipa di Rembang, Pasuruan yang sudah tidak beroperasi lagi.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Hingga berakhirnya masa perpanjangan kontrak pada tanggal 15 Februari 2021, proyek strategis nasional sistem penyediaan air minum (SPAM) yang dikerjakan oleh PT Duta Komunikasi senilai Rp 13,1 miliar di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan belum selesai 100%. Kendala tidak rampungnya pengerjaan proyek kompensasi Umbulan disebabkan pihak rekanan tidak memiliki cukup modal.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas PU Bina Marga Ir. Hari Aprianto yang dikonfirmasi BANGSAONLINE.com. "Kendala utamanya, rekanan tidak memiliki modal. Dampaknya, proyek tidak selesai," jelas Hari.

Ia menambahkan, berbagai upaya sudah dilakukan agar proyek tersebut bisa rampung. Salah satunya penangguhan penarikan anggaran ke pemerintah pusat melalui KPN (Kantor Perbendaraan Negara). 

Juga melakukan perpanjangan kontrak di tahun 2021 selama 50 hari supaya sisa pekerjaan yang belum ditangani bisa rampung. Tapi faktanya, rekanan tetap gagal menyelesaikan sisa pekerjaan.

BACA JUGA : 

Terkait Kasus Nihilnya PADes Pandean, Komisi I DPRD Pasuruan Panggil Inspektorat dan Kepolisian

Pastikan Sembako Aman, Satgas Pangan Pasuruan Sidak Sejumlah Pasar

Pakai Biaya Perawatan Rutin, Pembenahan Jalan-jalan di Pasuruan Tidak Bisa Menyeluruh

Tingkatkan Layanan Hemodialisis, RSUD Bangil Tambah Puluhan Mesin Baru

Saat ini, lanjut Hari Aprianto, pihaknya masih melakukan penghitungan teknis progres fisik yang sudah dikerjakan PT Duta Komunikasi. Penghitungan tersebut juga akan dikonsultasikan ke BPKP. Selama perpanjangan kontrak, DPU Bina Marga juga sudah memberikan sanksi denda Rp 13 juta/hari.

"Jika sampai batas waktu yang diberikan mereka tidak juga bisa merampungkan pekerjaan, maka sanksi yang akan diterima cukup berat, yakni di-blacklist. Artinya, selama 5 tahun tidak bisa mengikuti proses tender," jelasnya. (bib/par/ian)

BJ Habibie juga Kalah dengan Orang Madura
Jumat, 23 April 2021 00:41 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ternyata tidak hanya Gus Dur yang kalah dengan orang Madura (Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (6). BJ Habibie juga kalah dengan Orang Madura. Dalam Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan edisi ke-11, M Mas’ud Adnan – sang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Jumat, 23 April 2021 06:48 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...