Jumat, 23 April 2021 08:58

​Rumah Pasangan Kakek Nenek di Jombang Roboh Diterjang Banjir Bandang

Selasa, 02 Februari 2021 15:15 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Aan Amrulloh
​Rumah Pasangan Kakek Nenek di Jombang Roboh Diterjang Banjir Bandang
Kondisi Rumah Kakek Suwiyanto roboh diterjang banjir. (foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE)

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Banjir bandang yang menerjang Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang pada Senin (1/2/2021) kemarin, mengakibatkan 15 rumah mengalami kerusakan berat.

Satu di antaranya mengalami kerusakan sangat parah hingga tak bisa digunakan lagi, yakni rumah yang dihuni sepasang kakek nenek yang bernama Suwijiyanto (60) beserta istrinya. Bahkan, dirinya tak sempat menyelamatkan harta bendanya.

"Ya gini kondisinya sekarang, sudah roboh semua tak bisa dipakai lagi. Jangankan harta benda, pakaian saja tinggal yang saya kenakan ini. Semua masih di reruntuhan rumah belum berani mengambil," ujarnya saat ditemui di lokasi rumahnya yang roboh, Selasa (2/2/2021).

Menurut kakek yang tinggal di RT 10 Dusun/Desa Banjaragung tersebut, sedikitnya ada 8 rumah yang mengalami kerusakan. Namun hanya rumahnya saja yang paling parah. Dirinya berharap dapat perhatian dari pemerintah agar bisa segera menempati rumahnya kembali.

BACA JUGA : 

Bolos Paripurna, Eksekutif Sebut Anggota Dewan Jombang Tak Paham Peraturan

Kecewa Eksekutif Tak Sampaikan LHP BPK, Anggota DPRD Jombang Boikot Paripurna LKPJ

Sekda Buka Rapat Persiapan Gugus Tugas Reforma Agraria Jombang Tahun 2021

Bahan Petasan Meledak Saat Dimasak, Sebuah Rumah di Jombang Hancur, Satu Orang Meninggal

"Di sini ada 8 rumah yang rusak, tapi rata-rata hanya bagian dapur dan dindingnya saja yang terkena. Hanya rumah saya yang sampai roboh. Ya kepinginnya segera dapat bantuan dari pemerintah untuk pembangunan rumah. Biar saya dan istri bisa pulang kembali," tukasnya.

Warga lainnya, Muzahidin (37) menuturkan, banjir bandang terjadi tiba-tiba. Saat itu, beberapa warga sekitar sedang berada di musala untuk beribadah. Air datang dengan cepat hingga mencapai satu setengah meter.

Peristiwa datangnya air bah tersebut juga tak lama, hanya sekitar satu setengah jam saja sudah memorakporandakan Desa Banjaragung.

"Datangnya itu tiba-tiba, hanya terdengar suara seperti ombak. Kemudian air langsung membanjiri beberapa rumah hingga satu meter setengah. Saat itu hujan tidak begitu deras, dan warga pada menjalankan salat Maghrib," tegas Muzahidin.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang tersebut. Hanya beberapa harta benda dan ternak warga seperti ayam, bebek, kelinci yang hilang terbawa derasnya air bah.

Sementara itu, Kepala Desa Banjaragung Hasan Sulaiman mengatakan bahwa sampai saat ini masih melakukan pendataan. Sampai saat ini, terdata kurang lebih ada sekitar 75 rumah yang rusak, sedangkan yang parah kurang lebih 15 rumah.

"Untuk infrastruktur sarana umum, kita ada dua jembatan yang tidak bisa dilalui. Bahkan salah satunya hanyut terbawa arus banjir, sedangkan yang dua kondisinya rusak dan mengkhawatirkan," katanya.

Dijelaskan, untuk rumah yang rusak parah ada sekitar 15 sampai 16 kepala keluarga (KK), dan yang dilakukan pihak desa sampai saat ini terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Pihaknya pertama memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Dalam waktu kondisi seperti ini kita penuhi kebutuhan seperti makan, pakaian, sama peralatan dapur untuk memasak. Alhamdulillah, untuk sementara korban kebanyakan tinggal di rumah saudara. Kalau penampungan kita tidak ada, tapi kita ada dapur umum desa," pungkas Hasan. (aan/zar)

BJ Habibie juga Kalah dengan Orang Madura
Jumat, 23 April 2021 00:41 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ternyata tidak hanya Gus Dur yang kalah dengan orang Madura (Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (6). BJ Habibie juga kalah dengan Orang Madura. Dalam Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan edisi ke-11, M Mas’ud Adnan – sang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Jumat, 23 April 2021 06:48 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...