Normalisasi Total Kali Lamong Dimulai dari Hilir, Butuh Lahan 110 Hektare

Normalisasi Total Kali Lamong Dimulai dari Hilir, Butuh Lahan 110 Hektare Mujid Riduan.

"Agar beban Kabupaten Gresik tak terlalu berat dalam menanggung anggaran untuk pembebasan lahan, DPRD berharap keterlibatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar membantu alokasikan anggaran untuk pembebasan lahan," harapnya.

Mujid mengapresiasi normalisasi Kali Lamong yang merupakan program prioritas Gus Yani-Bu Min. "Jadi, Gus Yani-Bu Min targetnya dalam lima tahun menjabat, Kali Lamong harus tuntas sehingga tak kembali meluap," katanya.

Berdasarkan data BBWS, Kali Lamong yang membentang di Kabupaten Gresik sepanjang 64 km serta melintasi 24 desa di 5 kecamatan. Untuk mengatasi luapan Kali Lamong di musim hujan, maka dibutuhkan normalisasi total. 

"Estimasi tahun 2019 untuk proyek normalisasi total Kali Lamong di luar pembebasan lahan dibutuhkan anggaran sekitar Rp Rp 960 miliar," paparnya.

Lanjut Mujid menambahkan, dari hasil pemaparan BBWS bahwa Kali Lamong saat ini mengalami pendangkalan dan hanya mampu menampung air 250 m3 per detik. Sedangkan air hujan yang masuk rata-rata 700 m3 per detik.

"Untuk pengendapan (sedimen) rata-rata 5 mili per hari. Sehingga, setahun mencapai 1 juta kubik. Saat ini, ada sekitar 3 juta meter kubik sedimen yang akan diangkut di Kali Lamong saat dilakukan normalisasi. Makanya, ketika curah hujan tinggi, air langsung meluber karena Kali Lamong tak mampu menampung," pungkasnya. (hud/ns)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO