Senin, 17 Mei 2021 05:15

​Penyebutan Neo Khawarij Pecah Belah NU, Kembali ke Khittah 26 Keputusan Muktamar ke-27

Jumat, 04 Desember 2020 19:37 WIB
Editor: Tim
​Penyebutan Neo Khawarij Pecah Belah NU, Kembali ke Khittah 26 Keputusan Muktamar ke-27
Dr KH Husnul Khuluq. foto: bangsaonline.com

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Penyebutan Neo Khawarij NU terhadap kader NU kritis terhadap PBNU yang dilakukan KH Imam Jazuli sangat disayangkan oleh Dr. KH. Husnul Khuluq, mantan ketua PCNU Gresik Jawa Timur. Menurut Kiai Husnul Khuluq, sikap Kiai Imam Jazuli itu sangat tidak etis. Sebab tidak hanya menimbulkan asumsi bahwa ada kader NU yang menyimpang, tapi juga memecah belah NU.

“Penyebutan Neo Khowarij atau Khowarij gaya baru akan membangun pemikiran bahwa ada yang keluar dari garis perjuangan NU. Padahal semua itu tidak ada. Buktinya, semua warga NU tetap berakidah, berfiqih, dan bertasawwuf yang sama. Munculnya istilah itu justru akan memecah belah persatuan dan kesatuan di internal NU,” kata Kiai Husnul Khuluq dalam keterangan tertulis yang direrima BANGSAONLINE.com, Jumat (4/12/2020).

Menurut dia, harus dibedakan antara gerakan moral kultural dan struktural. Gerakan moral – kata Kiai Husnul Khuluq, harus tetap dilakukan untuk menjaga agar perjuangan NU tetap berada dalam khittahnya.

“Saya sendiri sangat tidak setuju dengan gerakan (KKNU) struktural. Al-Maghfur lahu Abah KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dengan tegas mengatakan perjuangan ini adalah perjuangan moral untuk mengawal jalannya NU dan ini menjadi tugas kita bersama,” kata Kiai Husnul Khuluq yang mantan Sekda Gresik.

BACA JUGA : 

Kutuk Serangan Israel di Masjid Al-Aqsa, NU Jatim Instruksikan Nahdliyin Baca Qunut Nazilah

Kiai Agus Sunyoto, Ensiklopedia Berjalan itu Tutup Usia

​Ketua Lesbumi NU KH Agus Sunyoto Dimakamkan di Kediri

​Gus AMI Masih Dibutuhkan PKB, Tak Ada Rencana Jadi Ketua Umum PBNU

Mantan ketua PCNU Gresik tiga periode itu menyayangkan tulisan Kiai Imam Jazuli yang terkesan asal-asalan semata untuk menyerang kelompok yang tak sejalan. Ia mencontohkan, dalam tulisan Kiai Imam Jazuli yang berjudul “Fenomena Neo Khowarij NU dan Khittoh 1926” itu disebutkan "...Dalam hemat penulis, gagasan kembali ke Khittah 1926 dari lingkungan internal...".

“Saya tidak tahu apa ini kesalahan tulis atau gimana. Padahal Kembali ke Khittah NU 1926 ini keputusan Muktamar ke-27 tahun 1984 di Situbondo. Dalam Khittah sudah ditegaskan bagaimana berpikir, bersikap, dan bertindak bagi warga NU. Kita semua Insyaallah paham,” tegasnya.

Ia juga mempersoalkan tulisan Kiai Imam Jazuli yang menyebut: "..Jarak pemisah antara sosial dan politik hanyalah jarak imajiner, konseptual dan teoritis..".

Menurut Kiai Husnul Khuluq, memang benar bahwa politik tidak bisa dipisahkan dari NU, tetapi politik kebangsaan bukan politik praktis.

“Sudah ada ketentuan politik NU yang menjadi acuan setiap warga NU. Di situ diatur bagaimana NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, nilai dan norma yang dianut, menyalurkan aspirasi politik, membangun komunikasi politik. Tapi sekai lagi, bukan politik praktis,” katanya. (tim)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Minggu, 16 Mei 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Pembela utama korban kerusuhan 13 Mei 1998 adalah Ita Fatia Nadia. Aktivis perempuan ini kenyang teror. Bahkan ia pernah diancam oleh Jenderal Sintong Panjaitan.Ancaman itu dilakukan sang jenderal di Istana. Saat Fatia ...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...