Suasana pertemuan PT INKA dengan Walikota Batu membahas kelanjutan mega proyek kereta gantung di Kota Batu.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Rencana pembangunan mega proyek kereta gantung di Kota Batu terus berlanjut. Pihak PT Industri Kereta Api (INKA) sebagai penyedia kereta bertemu dengan Pemerintah Kota Batu, ATF, dan Doppelmayr dari Austria, Senin (16/11) hari ini.
PT INKA dan Doppelmayr adalah sebagian yang mewakili sektor badan usaha. Sedangkan Pemkot Batu selaku salah satu unsur pemerintah. Sementara ATF sebagai salah satu perwakilan masyarakat sekaligus penggagas.
BACA JUGA:
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
- Siap Taati Aturan, Pengacara Mikutopia Sebut Amdal Masih dalam Proses
Dalam pertemuan itu, PT INKA memaparkan programnya yang berjudul Pengembangan Transportasi Pariwisata Kota Batu Jawa Timur. Di dalamnya ada kereta gantung dan bus listrik.
Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro mengatakan, PT INKA adalah pabrik kereta satu-satunya di Asia Tenggara. Produknya telah diekspor ke Bangladesh, Malaysia, Filipina, Australia, Thailand, dan Singapura.
Dengan pengalaman itu, pihaknya siap membangun kereta gantung. Tentu spesifikasi teknis bergandengan dengan Doppelmayr yang telah memiliki reputasi membangun kereta gantung di dunia.
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan pembangunan kereta gantung diinisiasi karena wisatawan yang datang ke Kota Batu mencapai sekitar 7,2 juta orang per tahun.
Namun, Dewanti meminta nantinya warga Kota Batu juga bisa ikut memiliki saham dan hak-hak privilege (hak istimewa) atas proyek kereta gantung tersebut. Ia mencontohkan Taman Rekreasi Selecta yang juga dimiliki oleh lebih dari 1.000 warga sekitar.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




