Senin, 25 Januari 2021 04:46

KPU Gresik Targetkan Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Tembus 77,5 Persen

Sabtu, 07 November 2020 00:04 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
KPU Gresik Targetkan Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Tembus 77,5 Persen
Dari kiri: Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Gresik Makmun, Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro, dan Ketua KWG M. Syuhud Almanfaluty. foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - KPU Gresik menargetkan partisipasi pemilih pada coblosan Pilkada Gresik 2020 mencapai 77,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 918.192 orang. KPU optimis target ini bisa dicapai, meski pelaksanaan pilkada kali ini diselenggarakan dalam pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua KPU Gresik, Achmad Roni saat membuka Sosialisasi Peran Media Dalam Mensukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik Tahun 2020, yang diikuti wartawan Gresik tergabung dalam Komunitas Wartawan Gresik (KWG), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan sejumlah wartawan lain. Sosialisasi ini diselenggarakan di Hotel Aston Inn, Jalan Sumatera No.1 Desa Randuagung Kecamatan Kebomas, Jumat (6/11/2020).

Menurut Roni, target partisipasi pemilih 77,5 persen sesuai yang dipatok KPU RI. Target itu naik 7,6 persen dari capaian partisipasi pemilih di pilkada tahun 2015 sebesar 70,10 persen.

Untuk merealisasikan target tersebut, Roni berharap bantuan media sebagai mitra KPU Gresik untuk menggelorakan masyarakat agar bersedia datang ke TPS untuk menyalurkan suaranya demi suksesnya gelaran Pilkada 2020. 

"Media sebagai pilar demokrasi memiliki peran strategis dalam membantu KPU untuk menyukseskan pilkada. Makanya, diharapkan dengan peran media ini penyelanggaraan Pilkada bisa sukses," katanya.

Roni juga berharap Pilkada 2020 bisa berlangsung kondusif. "Semua tak lepas dari peran media dalam menyampaikan informasi kepada publik," pungkasnya.

Narasumber dalam sosialisasi ini adalah Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro, dan Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Gresik Makmun, dengan moderator Ketua KWG M. Syuhud Almanfaluty.

Gogot menyatakan, merubah mindset pemilih yang menentukan pilihan karena imbalan sesuatu akan terus dilakukan dengan melakukan pendidikan politik memang berat.

Meski KPU menyadari hal ini sangat sulit pembuktiannya. "Pragmatis seperti money politic kan ibaratnya mohon maaf seperti orang kentut, terdengar suaranya dan tercium baunya, tapi sulit dibuktikan," jelasnya.

Dalam kesempatannya, Gogot Cahyo Baskoro menjelaskan upaya yang dilakukan KPU dalam memerangi pemilih pragmatis. Di antaranya melalui pendidikan pemilih, agar masyarakat bisa memilih berdasarkan hati nurani, bukan karena embel-embel seperti uang.

Gogot mengungkapkan, salah satu faktor terjadinya money politic karena kondisi masyarakat pemilih yang tergolong belum mapan (berkecukupan).

"Makanya, butuh waktu untuk merubah, memberikan pendidikan kepada pemilih melalui berbagai pendekatan. Misalnya, dengan pendekatan pencerahan, masa hanya karena dikasih uang Rp 50-100 ribu, masyarakat salah memilih pemimpin, sehingga akan menyesal selama lima tahun, dan lainnya," terangnya.

"Untuk memerangi praktik money politic ini, peran para calon dalam menyampaikan program-program yang ditawarkan juga sangat penting untuk merubah pola fikir pemilih pragmatis dalam menentukan pilihan," paparnya.

Pada kesempatan ini, Gogot mengakui bahwa target partisipasi yang dicanangkan KPU Pusat sebanyak 77,5 persen di saat pandemi Covid-19, memang berat. "Namun, dengan ikhtiar, upaya maksimal dengan didukung semua lapisan masyarakat akan bisa dicapai, saya optimis bisa," pungkasnya. 

Sementara Makmun menyampaikan upaya-upaya KPU Gresik dalam menyosialisasikan Pilkada Gresik kepada masyarakat. Menurutnya, untuk menyukseskan penyelenggaraan pilkada memang membutuhkan peran semua pihak, termasuk media.

"Target partisipasi pemilih tersebut tak hanya bersifat kuantitatif (jumlah), namun juga kualitas. Makanya, KPU gencar melakukan pendidikan pemilih dengan menggandeng berbagai elemean masyarakat, mulai organisasi profesi seperti KWG, PWI, organisasi keagaman, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, dan komponen masyarakat lain," ungkapnya.

Makmun mengakui bahwa salah satu tugas berat KPU dalam penyelenggaraan pilkada adalah merubah pola pikir (mindset) pemilih pragmatis dalam menentukan pilihan. "KPU secara pelan-pelan terus memberikan pendidikan pemilih. Dan, alhamdulillah hasilnya sangat bagus, banyak pemilih yang akhirnya mengerti," pungkasnya. (hud/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...