Kamis, 26 November 2020 02:10

​Dituduh Tak Netral, Komisioner KPU Kabupaten Kediri Diminta Sumpah Pocong

Kamis, 22 Oktober 2020 00:31 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
​Dituduh Tak Netral, Komisioner KPU Kabupaten Kediri Diminta Sumpah Pocong
Anwar Ansori, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Kediri (pegang mik) dengan jantan menghadapi umpatan dan cacian para pendemo. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Puluhan orang yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Kediri dan Aliansi Penegak Demokrasi Bima Sakti, menggelar aksi demo di depan Kantor KPU Kabupaten Kediri, Rabu ( 21/10/2020).

Dengan membawa mobil yang memuat sound system, mereka berorasi dan mengumpat-umpat anggota KPU Kabupaten Kediri. Yang unik, mereka juga membakar arang dan kemenyan serta menaburkan bunga tujuh rupa. Massa juga menantang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri untuk melakukan sumpah pocong. Masa menganggap KPU tidak netral dan memihak salah satu calon.

Sumpah pocong diminta massa untuk dilakukan agar KPU sebagai pihak penyelenggara pemilihan dapat berlaku netral dan tidak terlibat politik praktis hingga berbuat kecurangan yang berujung mencederai hasil pemilihan.

Tomi Ariwibowo, Koordinator Aksi mengatakan, sumpah pocong dilakukan untuk membuktikan bahwa KPU sebagai penyelenggara dapat  berlaku adil dan netral. Menurut Tomi, tindakan kecurangan bisa terjadi mengingat dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Kediri tahun ini hanya memunculkan satu pasangan calon atau calon tunggal.

"Ya, hari ini kita datangi kantor KPU untuk menyumpah pocong mereka. Kita akan lihat, dalam sumpah pocong ini, mereka berani apa tidak. Jika tidak, berarti ada indikasi perbuatan kecurangan yang telah dilakukan oleh mereka," ujar Tomi kepada wartawan.

Namun di sini, lanjut Tomi, KPU yang diwakili oleh Komisioner Anwar Ansori, nyatanya tak berani untuk dilakukan sumpah pocong. 

Tomi berharap kepada KPU agar dapat berlaku adil, netral, dan tidak melakukan kecurangan. Pihaknya menginginkan di Pilbup Kediri kali ini bisa didapat suara yang sah, sehingga menghasilkan sosok kepala daerah yang benar-benar diinginkan oleh masyarakat.

Sementara itu, Anwar Ansori, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Kediri mengatakan bahwa dirinya tak mau disumpah oleh para pengunjuk rasa, lantaran dirinya bersama jajaran KPU lainnya telah melakukan sumpah secara resmi saat pelantikan jabatan sebagai anggota KPU Kabupaten Kediri.

"Saya kira saya tak perlu menanggapi sumpah dari mereka ini. Mengingat saya sendiri sebelumnya telah disumpah secara agama yang sah saat pelantikan jabatan beberapa bulan lalu," terang Anwar Ansori.

Lebih lanjut, Anwar Ansori menyampaikan bahwa KPU hingga detik ini terus berupaya berbuat adil dan netral dalam setiap tahapan pilkada yang saat ini masih terus berlangsung.

Anwar mencontohkan beberapa tahapan yang merupakan tindakan adil serta netral yang telah dilakukan KPU, seperti membuka pendaftaran dari jalur perseorangan yang dianggap wujud KPU dalam memfasilitasi masyarakat dan memunculkan calon lain dalam Pilkada Kabupaten Kediri 2020. Juga memperpanjang masa pendaftaran dari jalur partai politik,  lantaran saat itu hanya memunculkan satu pasangan calon.

"Dengan kami buka masa pendaftaran perpanjangan, kami memfasilitasi partai politik apakah dengan munculnya calon tunggal keputusan dapat diubah atau tidak. Dan ternyata tidak ada perubahan dan KPU selaku penyelenggara tetap melanjutkan tahapan berikutnya, yakni melakukan penetapan satu pasangan calon," terang Anwar Ansori.

Menyangkut rekomendasi parpol untuk pasangan calon yang diusung parpol, Anwar Ansori mengatakan bahwa itu bukanlah urusan atau ranah KPU, melainkan ranah parpol.

"Jadi saya tegaskan, KPU akan terus berusaha berbuat netral hingga tahapan pilkada dinyatakan telah selesai," pungkas Anwar.

Usai berorasi dan mengumpat-umpat anggota KPU Kabupaten Kediri, masa melanjutkan aksinya ke Kantor Bawaslu Kabupaten Kediri.

Seperti diketahui, bahwa dalam Pilbup Kediri 2020 ini hanya ada pasangan calon bupati dan wakil bupati tunggal, yaitu Hanindhito Himawan Pramono dan Dewi Mariya Ulfa. Pasangan ini diusung 9 parpol pemilik 50 kursi di DPRD Kabupaten Kediri. (uji/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...