Cabup dan Cawabup Qosim-Alif saat berdialog dengan warga di Alun-alun Pondok Mburi Wong Bodo, Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kamis (15/10). foto: ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pasangan Cabup dan Cawabup Gresik Nomor Urut 1, Moh. Qosim - Asluchul Alif menyiapkan sejumlah program unggulan untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan. Salah satunya, melalui program Kartu Usaha Mikro Kecil (UKM) Bangkit.
"Program ini mewajibkan toko modern ikut menampung dan memasarkan produksi UKM lokal Gresik," ujar Qosim didampingi Alif, Jumat (16/10/2020).
BACA JUGA:
- Bupati Gresik Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Ketua PDIP Gresik: DPP Perintahkan Tegak Lurus
- Bupati Gresik Ikut Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Anha: Dia Bupati Golkar
- Digelar 26 Februari, Tempat Pelantikan Gus Yani-Bu Min Tunggu Hasil Rapat dengan Gubernur
- PDIP Gresik Gelar Tasyakuran Jelang Pelantikan Gus Yani - Bu Min 17 Februari Mendatang
Menurut Qosim, problematika yang dihadapi pelaku UKM di Kabupaten Gresik saat ini di antaranya, pemodalan dan pemasaran. Karena itu, QA menyiapkan program Kartu UKM Bangkit yang berfungsi membantu permodalan dan bantuan pemasaran produk di seluruh toko modern. Nantinya, kata Qosim, pemasaran produk UKM juga akan dibantu melalui marketplace.
Program ini terus dikampanyekan QA kepada masyarakat. Seperti saat QA berdialog di Alun-alun Pondok Mburi Wong Bodo, Desa Sidowungu, Kamis (15/10/2020) malam
Nuhartini, salah satu pengusaha keripik usus menitipkan mandat kepada Qosim-Alif agar membantu peningkatan perekonomian warga, khususnya pelaku UKM di Desa Sidowungu, dengan cara membantu pemasaran.
Menanggapi permintaan warga itu, Qosim berjanji akan mewujudkan daya saing ekonomi daerah berbasis potensi lokal. "Kami akan memberikan kemudahan akses permodalan, memberikan fasilitas produk unggulan perdesaan berbasis e-commerce, serta optimalisasi peningkatan status desa," jelas Qosim.
Menurutnya, Desa Sidowungu sebagai sentra produksi daging ayam dan bebek sangat potensial untuk dikembangkan. Sebab, hampir seluruh pasar di Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo dipasok dari Sidowungu.
Selama ini, pasokan daging ayam dan bebek bisa mencapai 40 ton sehari. Namun, pemasarannya dilakukan secara konvensional melalui jalur distribusi pasar. Ke depannya, lanjut Qosim, melalui program UKM Bangkit pihaknya akan membantu mempertemukan pembeli di luar pasar yang ada.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




