Rabu, 04 Agustus 2021 07:15

​Mahfud MD: 17 Persen Masyarakat Tidak Percaya Covid-19

Sabtu, 03 Oktober 2020 22:00 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Sugianto
​Mahfud MD: 17 Persen Masyarakat Tidak Percaya Covid-19
Mahfud MD. foto: ist

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Ada yang menarik saat Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Mahfud MD berkunjung ke Probolinggo. Di acara giat Dialog Kebangsaan yang digelar di Pendopo Kabupaten Probolinggo, pria yang lahir di Madura itu menjelaskan, jika skala nasional sebanyak 17 persen masyarakat tidak percaya dengan Covid-19.

“Di Jakarta saja 30 persen masyarakat tidak percaya dengan Covid-19. Makanya penderita Covid-19 semakin melonjak di Jakarta,” tandasnya, Sabtu (3/10).

Melihat persentase itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pandemi semakin menipis. Dengan kondisi seperti itu, peran tokoh masyarakat (kiai, habib, dan ulama, red) sangat penting.

“Mereka harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena Covid-19 itu tidak mengenal agama dan partai,” katanya.

BACA JUGA : 

Jangan Takut Tapi Jangan Sombong, Dalam Sejarah Islam Pernah Terjadi Wabah Tha’un

Bentuk Tim Tracer, Kapolresta Banyuwangi: Ini Tugas Tak Ringan yang Harus Dijalankan

Doakan Para Pemimpin Bisa Atasi Covid-19, Kiai Asep Minta Jangan Mengail di Air Keruh

Di Tengah Kesulitan (Pandemi) Selalu Ada Malaikat, Meski Ada yang Tega Jadi Setan

Di acara Dialog Kebangsaan itu, Mahfud MD menceritakan Presiden Amerika, Donald Thrump yang semula mengakui tidak percaya terhadap Covid-19, ternyata harus menjalani isolasi, karena dinyatakan positif.

“Jadi jangan dibuat mainan (guyonan). Covid-19 itu memang ada,” timpalnya.

Untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 itu, hanya dengan cara melakukan pencegahan dan pengobatan. “Dan ikuti protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak,” katanya.

Di acara Dialog Kebangsaan tersebut, Mahfud MD memberikan sebanyak 3 ribu masker yang diterima langsung oleh Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari. Acara Dialog Kebangsaan itu, tak hanya pejabat yang hadir. Namun juga dihadiri oleh para ulama dan kiai. Seperti dari Lumajang, Situbondo, Bondowo dan Jember. (prb1)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...