Minggu, 21 Juli 2019 14:30

Tafsir Al-Hijr: Tazyin dan Ighwa, Cara Syetan Menjerumuskan Manusia

Rabu, 28 Januari 2015 15:28 WIB
Editor: Revol
Tafsir Al-Hijr: Tazyin dan Ighwa, Cara Syetan Menjerumuskan Manusia
Ilustrasi

BangsaOnline - Setelah dikutuk karena membangkang, tidak mau sujud kepada Adam A.S. dan mendapat jatah umur panjang hingga akhir zaman, Iblis bersumpah akan menjerumuskan semua anak Adam ke dalam nereka dengan segala cara. Secara terbuka Iblis mengumumkan dua tehnik penjerumusan yang amat canggih, yakni : Tazyin (la'uzayyinann lahum fi al-ardl) dan Ighwa' (wa la'ughwiyannahum ajma'in).

Tazyin: zayyana - yuzayyinu - tazyin, artinya menghiasi, serumpun dengan kata zinah (hiasan). Seperti wanita yang berhias diri agar tampil lebih menarik dengan make up dan dandanan yang menawan, itulah yazyin.

Sedangkan ighwa', aghwa yu'ghwi ighwa' berarti menjerumuskan, menyesatkan. Memberi petunjuk arah jalan yang salah, semestinya terus lurus, tapi dia menyuruh belok kiri, itulah ighwa'.

Sebut saja Iblis punya program menjerumuskan si Fulan dan Fulanah berzina, maka langkah pertama adalah tazyin. Syetan wanita bertugas mempengaruhi pandangan mata si Fulan menjadi terlihat serba cantik ketika memandangi si Fulanah.

Begitu matanya sudah bisa dipengaruhi, lalu fikirannya dihiasi dengan lamunan-lamunan yang menggairahkan, "andai bisa ketemuan, bisa berduaan dan seterusnya". Begitu halnya terhadap si Fulanah, syetan cowok bertindak seperti yang ditugaskan.

Pada fase Tazyin ini bisa berjalan lama bila orang yang digoda imannya sangat tangguh. Tapi Syetan sangat sabar, tidak pernah putus asa dan terus berusaha.

Tazyin tingkat akhir adalah suasana kondusif yang memungkinkan seseorang melakukan kemaksiatan secara berani atau aman. Secara berani, misalnya ketika seseorang sedang dalam kondisi mabok atau tertekan. Saat demikian, sangat rawan perzinaan terjadi. Makanya, agama melarang minuman keras. Saat aman, misalnya berduaan di tempat tertutup, di kamar hotel, makanya agama melarang laki dan perempuan bukan mahram berduaan. Karena yang ketiga adalah Syetan.

Terhadap keamanan, syetan ikut berperan aktif dan menjaga suasana agar aman sungguhan. Sebab Syetan punya kepentingan mengegolkan rencananya berjalan mulus. Kalau saja ketahuan orang lain dan bubar, maka kerugian besar bagi syetan, sebab untuk mengawali lagi sangat susah.

Nah, ketika keadaan kondusif dan aman, barulah syetan dengan segala kekuatannya mendorong-dorong si Fulan agar secepatnya melakukan perzinaan. Kerja akhir inilah yang disebut ighwa'.

Makanya, pada perbuatan maksiat pertama kali dilakukan, biasanya aman-aman saja, karena syetan ikut membantu mengamankan. Sedangkan maksiat kedua dan seterusnya, syetan tidak lagi kerja keras seperti pada penggodaan pertama, bahkan cenderung membuat perangkap agar terperangkap, lalu nama baik dia jatuh di depan masyarakat.

Ada dialog imajiner antara syetan dengan seorang sufi.

Sufi : You kok bisa menggoda temanku si Fulan, padahal dia sangat senior dalam suluk dan bermunajah. Tapi akhir-akhir ini dia nampak jarang bangun malam.

Syetan : Ya, bisa saja, dia kan manusia.

Sufi : caranya?.

Syetan : Wah, mohon maaf Gan, itu rahasia kami.

Sufi : Atau ada tehnik khusus?.

Syetan : Tentu saja, bahkan itu merupakan hasil diskusi kami".

Mendengar kata-kata "hasil diskusi", sang Sufi terkejut dan penasaran

Sufi : Kok ada diskusi-diskusian segala, apa maksudnya?.

Syetan : Begini Gan, setiap ada hamba Allah yang tangguh dan susah digoda, kami berdiskusi dengan teman-teman yang lebih senior untuk mencari tehnik terampuh. Bila perlu, mengundang pakar segala.

Sufi : Oke, tolong beritahu aku, sekali ini saja, tehnik apa yang kamu pakai untuk menggoda temanku itu.

Syetan sangat keberatan membuka rahasinya, tapi karena terus didesak, maka dia meminta syarat agar sang sufi berjanji untuk tidak membocorkan dan sang sufi mengiyakan. Lalu syetan pun akhirnya menuturkan...

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...