Selundupkan Sabu 3,045 Kg dari Malaysia, Warga Probolinggo Diringkus Petugas Bea dan Cukai Juanda

Selundupkan Sabu 3,045 Kg dari Malaysia, Warga Probolinggo Diringkus Petugas Bea dan Cukai Juanda Pelaku Budi Hartono (39), Warga Probolinggo. (foto: ist).

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Petugas Bea dan Cukai Juanda bersama instansi terkait berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dengan berat sekitar 3,045 kg. Sabu-sabu tersebut dibawa oleh Budi Hartono (39), Warga Probolinggo melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Juanda Tipe Madya Pabean (KPPBCTMP) Juanda, Budi Harjanto mengatakan, situasi pandemi Covid-19 tidak menjadi hambatan bagi petugas dalam melakukan kegiatan pengawasan yang dilakukan secara terus-menerus dan maksimal terhadap upaya-upaya pelanggaran hukum yang salah satunya penyelundupan narkotika. 

Pada hari Selasa (22/9/2020) sekitar pukul 10.40 WIB, pesawat udara Air Asia dengan kode penerbangan QZ321 rute Kuala Lumpur-Surabaya mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

"Berdasarkan hasil analisis dari Tim Intelijen Bea Cukai Juanda, terdapat informasi penyelundupan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) melalui Bandara Internasional Juanda. Atas informasi tersebut, kemudian disampaikan pada petugas operasional di lapangan untuk dilakukan atensi yang lebih mendalam terhadap seluruh penumpang," cetus Budi, Jumat (25/9/2020).

Budi menambahkan, petugas kemudian melakukan x-ray terhadap barang penumpang yang diangkut pada bagasi penumpang Air Asia QZ321. Sekitar pukul 11.30 WIB, petugas x-ray mencurigai satu barang dalam kemasan kardus berwarna cokelat. Sekitar pukul 13.00 WIB, barang yang telah ditarget petugas x-ray ini diambil oleh seorang penumpang laki-laki, dan dari pengecekan data paspor dan customs, diketahui barang tersebut dibawa oleh Budi Hartono.

"Dalam pengakuan pelaku bahwa barang haram itu berasal dari temannya di Malaysia. Pelaku ingin pulang ke Indonesia tidak memiliki uang, kemudian oleh teman pelaku dibelikan tiket. Dengan syaraf harus membawa barang titipan tersebut," terang Budi.

Simak berita selengkapnya ...