Sabtu, 05 Desember 2020 12:42

​Tak Pakai Masker, Pengunjung Pasar Maron Kabupaten Probolinggo Dimasukkan ke Keranda Mayat

Senin, 07 September 2020 20:10 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Andi Sirajudin
​Tak Pakai Masker, Pengunjung Pasar Maron Kabupaten Probolinggo Dimasukkan ke Keranda Mayat
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo saat melakukan operasi penegakan disiplin protokol kesehatan. (foto: ist).

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Penerapan disiplin protokol kesehatan terus digalakkan Pemkab Probolinggo melalui Satgas Penanganan Covid-19 dengan melakukan operasi di pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo, Senin (7/9/2020).

Sasaran utama, yakni di Pasar Maron, Kecamatan Maron. Operasi penegakan protokol kesehatan ini diberlakukan kepada semua pedagang maupun pengunjung Pasar Maron. Pedagang dan pengunjung pasar yang tidak memakai masker langsung diberikan sanksi sosial.

Dari pantauan di Pasar Maron, pengunjung yang memasuki pasar tidak memakai masker langsung diberhentikan dan dilakukan pendataan dari petugas yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19.

Selain dilakukan penyitaan identitas diri berupa KTP, mereka juga diberikan sanksi sosial, mulai dari membersihkan area pasar hingga masuk ke dalam ambulans yang di dalamnya sudah ada keranda mayat.

Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 juga berkeliling memantau semua pedagang yang ada di Pasar Maron. Pedagang yang kedapatan tidak memakai masker langsung diberikan sanksi sosial. Bahkan, ada yang langsung dilakukan penutupan dan penyegelan kios dan bedak karena pedagangnya tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Koordinator Penegakan Keamanan dan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan, operasi penegakan hukum untuk disiplin protokol kesehatan ini dilakukan dalam rangka ingin menyadarkan dan mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 sekarang ini sangat berbahaya.

“Saat ini kalau bicara data, luar biasa dan lebih ganas lagi. Perkembangan masyarakat yang tertular dan terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, jelas Ugas, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo melakukan sidak (inspeksi mendadak) dalam rangka sedikit memaksa masyarakat dengan harapan masyarakat jera dan tahu bahwa pandemi Covid-19 ini memang risikonya tinggi dan ada kematian.

“Salah satu contoh dari keranda ini, di sini mereka memang kami berikan sanksi sosial untuk membayangkan bahwa yang meninggal ini Covid-19, sehingga betul-betul mereka ini jera dan menyampaikan ke keluarga dan masyarakat sekitarnya. Tetapi dari hal itu memang KTP kami sita. Di Pasar Maron ini tadi sudah ada bedak dan toko yang kita tutup. Jadi kita tidak main-main dalam penegakan protokol kesehatan ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ugas menegaskan, operasi penegakan protokol kesehatan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo ini akan dilakukan selama seminggu ke depan. Setelah itu akan dilanjutkan oleh petugas pasar yang tiap-tiap pasar akan terbentuk Patriot Sehat.

“Selain di pasar, Patriot Sehat ini nanti secara bertahap juga akan terbentuk di berbagai fasilitas umum seperti tempat wisata, pondok pesantren, sekolah dan lainnya, termasuk desa, sehingga proses ini tidak hanya bergantung pada satgas. Karena memang satgas ini terbatas, satgas kecamatan dan desa hanya melakukan hal-hal yang insidental,” tegasnya. (ndi/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...