Rabu, 04 Agustus 2021 06:11

Obat ​Pertama di Dunia, Obat Covid-19 Unair Diminum Dua Kali Sehari

Minggu, 16 Agustus 2020 08:18 WIB
Editor: MMA
Obat ​Pertama di Dunia, Obat Covid-19 Unair Diminum Dua Kali Sehari
Dr. dr. Purwanti (kiri). foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Obat covid-19 hasil temuan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tampaknya akan menjadi obat pertama di dunia. Apalagi Badan Kesehatan Dunia (WHO) hingga sekarang belum merekomendasi satu obat pun untuk kesembuan pasien covid-19.

Tapi bagaimana cara minum obat ini agar efektif menyembuhkan virus corona? Ketua Tim Uji Klinis Unair, Dr. dr. Purwati, menyatakan bahwa resep itu harus diminum dua kali sehari. Menurut dia, meski obat ini hanya diuji klinis kepada pasien usia 18 tahun ke atas, tapi dengan dosis tertentu bisa juga digunakan pasien usia 18 tahun ke bawah.

Purwati yang juga Kepala Pusat Penelitian Pengembangan Stem Cell Unair itu memastikan bahwa obat ini tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi pasien. “Jadi, relatif aman untuk dipakai,” kata Purwanti dikutip Jawa Pos pagi ini, Ahad (16/8/2020). Menurut dia, kekhawatiran efek samping pada organ seperti jantung, ginjal, dan liver pasien sudah diperiksa dan hasilnya tidak ada masalah.

Unair bekerja sama dengan TNI-AD dan Badan Intelijen Negara (BIN) mengadakan penelitian tentang obat covid-19. Obat itu secara klinis telah diujicobakan kepada 754 kepada prajurit TNI-AD yang tengah menempuh pendidikan di Sekolah Calon Perwira (Secapa) Bandung Jawa Barat. Hasilnya menakjubkan. Dinyatakan sembuh.

BACA JUGA : 

Gelar Vaksinasi Massal Khusus Pelajar Usia 12-17 Tahun di Trenggalek, BIN Sasar Madrasah dan Ponpes

​BIN Pilih Desa Sengon Trenggalek untuk Vaksinasi Door to Door, Ini Alasannya

Sharing Progres Vaksinasi, Wawali Armuji Gelar Forum Komunikasi Bersama Wakil Kepala Daerah se-Jatim

Jangan Takut Tapi Jangan Sombong, Dalam Sejarah Islam Pernah Terjadi Wabah Tha’un

“Ini akan menjadi obat covid-19 pertama di dunia,” kata Rektor Unair Mohammad Nasih di Markas Besar TNI-AD (Mabesad), Sabtu (15/8/2020).

Pada bulan lalu, 1.308 siswa Secapa memang sempat dinyatakan positif covid-19 sehingga menjadi klaster baru di kota Bandung. Namun berkat hasil uji coba obat dari Unair itu mereka dinyatakan sembuh.

(Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih. foto: dok. unair)

Menurut Nasih, tiga kombinasi obat yang diuji klinis Unair terdiri dari lopinavir/ritonavir dan azithromycin, lopinavir/ritonavir dan doxycycline, serta hydroxuchloroquine dan azithromycin.

Menurut guru besar Unair itu, obat-obat itu secara tunggal telah dipakai peneliti di berbagai negara. Namun, kata dia, setelah dikombinasikan ternyata daya penyembuhannya meningkat dengan tajam dan baik. Bahkan efektivitas obat covid-19 ini ada yangmencapai 98 persen.

“Tidak ada celah yang kemudian bisa menghalangi (obat) ini untuk berlanjut pada proses berikutnya,” kata Nasih. Yakni untuk memproduksi secara masal. Hanya saja, untuk memproduksi secara masal, Unair, TNI-Ad dan BIN menunggu izin produksi dan edar dari BPOM.

Menurut Nasih, hasil uji klinis yang dilakukan ini menunjukkan bahwa obat covid-19 ini siap dipakai kepada pasien yang tertular virus SARSCoV-2. Baik yang masuk kategori ringan, sedang, maupun berat.

Meski demikian ada satu catatan: obat covid-19 ini tidak cocok untuk pasien yang sudah ditangani menggunakan ventilator atau alat bantu pernapasan.

Nasih juga menekankan bahwa penelitian ini dilakukan sejak setengah tahun lalu. Tepatnya sejak Maret 2020. “Jadi kalau ada isu di luaran, bikin obat kok kayak bikin tahu saja, itu tidak benar,” kata Nasih.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa berharap upaya Unair, TNI-AD dan BIN mendapat dukungan. Sehingga produksi masal obat ini segera bisa dilakukan.

(KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa. foto: kompas tv)

Menurut Andika, Menteri BUMN Erick Thohir sudah mengetahui keberadaan obat covid-19 ini. “Dan beliau mendukung proses produksinya,” kata Andika yang juga Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Ia yakin bahwa masalah izin produksi dan izin edar segera tuntas. Ia bahkan akan bertemu Ketua BPOM untuk membahas masalah ini Rabu (19/8/2020).

Tampaknya, baik Unair maupun TNI-AD dan BIN sudah yakin bahwa obat ini sangat efektif. Terutama setelah melihat keberhasilan TNI-AD menyembuhkan 1000 lebih pasien covid-19 dalam tempo kurang lebih sebulan. Di antara 1.308 pasien covid-19 di klaster Secapa, 754 pasien dinyatakan sembuh. (tim)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...