Jumat, 18 September 2020 20:28

Obat ​Pertama di Dunia, Obat Covid-19 Unair Diminum Dua Kali Sehari

Minggu, 16 Agustus 2020 08:18 WIB
Editor: MMA
Obat ​Pertama di Dunia, Obat Covid-19 Unair Diminum Dua Kali Sehari
Dr. dr. Purwanti (kiri). foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Obat covid-19 hasil temuan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tampaknya akan menjadi obat pertama di dunia. Apalagi Badan Kesehatan Dunia (WHO) hingga sekarang belum merekomendasi satu obat pun untuk kesembuan pasien covid-19.

Tapi bagaimana cara minum obat ini agar efektif menyembuhkan virus corona? Ketua Tim Uji Klinis Unair, Dr. dr. Purwati, menyatakan bahwa resep itu harus diminum dua kali sehari. Menurut dia, meski obat ini hanya diuji klinis kepada pasien usia 18 tahun ke atas, tapi dengan dosis tertentu bisa juga digunakan pasien usia 18 tahun ke bawah.

Purwati yang juga Kepala Pusat Penelitian Pengembangan Stem Cell Unair itu memastikan bahwa obat ini tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi pasien. “Jadi, relatif aman untuk dipakai,” kata Purwanti dikutip Jawa Pos pagi ini, Ahad (16/8/2020). Menurut dia, kekhawatiran efek samping pada organ seperti jantung, ginjal, dan liver pasien sudah diperiksa dan hasilnya tidak ada masalah.

Unair bekerja sama dengan TNI-AD dan Badan Intelijen Negara (BIN) mengadakan penelitian tentang obat covid-19. Obat itu secara klinis telah diujicobakan kepada 754 kepada prajurit TNI-AD yang tengah menempuh pendidikan di Sekolah Calon Perwira (Secapa) Bandung Jawa Barat. Hasilnya menakjubkan. Dinyatakan sembuh.

“Ini akan menjadi obat covid-19 pertama di dunia,” kata Rektor Unair Mohammad Nasih di Markas Besar TNI-AD (Mabesad), Sabtu (15/8/2020).

Pada bulan lalu, 1.308 siswa Secapa memang sempat dinyatakan positif covid-19 sehingga menjadi klaster baru di kota Bandung. Namun berkat hasil uji coba obat dari Unair itu mereka dinyatakan sembuh.

(Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih. foto: dok. unair)

Menurut Nasih, tiga kombinasi obat yang diuji klinis Unair terdiri dari lopinavir/ritonavir dan azithromycin, lopinavir/ritonavir dan doxycycline, serta hydroxuchloroquine dan azithromycin.

Menurut guru besar Unair itu, obat-obat itu secara tunggal telah dipakai peneliti di berbagai negara. Namun, kata dia, setelah dikombinasikan ternyata daya penyembuhannya meningkat dengan tajam dan baik. Bahkan efektivitas obat covid-19 ini ada yangmencapai 98 persen.

“Tidak ada celah yang kemudian bisa menghalangi (obat) ini untuk berlanjut pada proses berikutnya,” kata Nasih. Yakni untuk memproduksi secara masal. Hanya saja, untuk memproduksi secara masal, Unair, TNI-Ad dan BIN menunggu izin produksi dan edar dari BPOM.

Menurut Nasih, hasil uji klinis yang dilakukan ini menunjukkan bahwa obat covid-19 ini siap dipakai kepada pasien yang tertular virus SARSCoV-2. Baik yang masuk kategori ringan, sedang, maupun berat.

Meski demikian ada satu catatan: obat covid-19 ini tidak cocok untuk pasien yang sudah ditangani menggunakan ventilator atau alat bantu pernapasan.

Nasih juga menekankan bahwa penelitian ini dilakukan sejak setengah tahun lalu. Tepatnya sejak Maret 2020. “Jadi kalau ada isu di luaran, bikin obat kok kayak bikin tahu saja, itu tidak benar,” kata Nasih.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa berharap upaya Unair, TNI-AD dan BIN mendapat dukungan. Sehingga produksi masal obat ini segera bisa dilakukan.

(KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa. foto: kompas tv)

Menurut Andika, Menteri BUMN Erick Thohir sudah mengetahui keberadaan obat covid-19 ini. “Dan beliau mendukung proses produksinya,” kata Andika yang juga Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Ia yakin bahwa masalah izin produksi dan izin edar segera tuntas. Ia bahkan akan bertemu Ketua BPOM untuk membahas masalah ini Rabu (19/8/2020).

Tampaknya, baik Unair maupun TNI-AD dan BIN sudah yakin bahwa obat ini sangat efektif. Terutama setelah melihat keberhasilan TNI-AD menyembuhkan 1000 lebih pasien covid-19 dalam tempo kurang lebih sebulan. Di antara 1.308 pasien covid-19 di klaster Secapa, 754 pasien dinyatakan sembuh. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 10 September 2020 10:51 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Detik-detik dua orang wisatawan sebelum tergulung ombak di Pantai Serang Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar tertangkap kamera. Peristiwa ini menimpa Yoga (21) dan Hendri Wisnu Pratama (18). Dua oran...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...