Perwakilan 4 PAC PKB se-Kota Pasuruan menunjukkan surat pernyataan yang berisi penolakan Gus Ipul sebagai bakal calon wali kota.
Menurut dia, selama ini keempat kandidat calon diinstruksikan oleh DPC agar menyosialisasikan diri ke masyarakat. ”Ketika nanti muncul Gus Ipul, yang semula tidak ada di dalam usulan, yang kami khawatirkan masyarakat kebingungan. Kemarin disuruh 4 orang itu dipilih, sekarang muncul nama lain,” ujar Rokhman.
"Kalau Gus Ipul dipaksakan, startnya sudah lambat. Karena itu, DPP PKB harusnya memilih 1 dari 4 nama yang sudah ada. Jika memaksa nama lain yang tidak sesuai aspirasi arus bawah, bisa saja calon yang dipaksakan ini kalah,” ungkap dia.
Ia berharap DPP PKB bisa mengusung calon yang didukung arus bawah. ”Kalau tak laku dijual di Kota Pasuruan, ngapain harus dipaksakan. Sementara Gus Ipul adalah orang kabupaten. Karena itu kami menolak pencalonan Gus Ipul di PKB Kota Pasuruan,” tegas Rokhman.
Senada, Ketua PAC Panggungrejo, Yudi Riswandono, mengaku jika dirinya dan pengurus ranting terkejut begitu nama Gus Ipul muncul sebagai figur yang akan mendapatkan rekom dari PKB di Pilwali Pasuruan 2020. ”Jika DPP tetap memilih Gus Ipul, kami khawatir mesin partai tidak bekerja,” terangnya.
”Bahkan saya pernah ngomong ke ranting, anda semua tidak bisa disalahkan kalau seandainya terjadi kekalahan. Kita tidak bertanggung jawab kalau dipaksakan Gus Ipul,” jelasnya.
Ia menegaskan, protes rencana pencalonan Gus Ipul ini disepakati seluruh PAC dan ranting. ”Seluruh PAC dan ranting sudah menandatangani penolakan yang telah dikirimkan bersama surat pernyataan yang disampaikan ke DPW PKB. Kalau dipaksakan Gus Ipul, bisa saja mesin partai tak akan berjalan,” imbuh Yudi. (afa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




