Rabu, 05 Agustus 2020 19:44

Jumlah Jemaah Haji Dibatasi, Pekerja Sosial Kecewa

Selasa, 28 Juli 2020 11:04 WIB
Editor: Choirul
Jumlah Jemaah Haji Dibatasi, Pekerja Sosial Kecewa
Seorang pengantar kereta api menunjukkan kepada jemaah haji di Metro dari Arafat ke Mina, pada haji.

BANGSAONLINE.com – Haji tahun ini, hanya diikuti warga yang telah berada di Saudi Arabia, baik warga negara asing, maupun warga negara Saudi Arabia. Sedangkan total jemaah haji tahun lalu, sebanyak 2.489.406 orang. Menurut Otoritas Umum Saudi, tahun ini, hanya menyisakan 30 persennya saja.

Tahun ini, hanya orang-orang yang sudah tinggal di Arab Saudi yang akan diizinkan untuk berhaji. Tetapi meskipun demikian, jumlah tempat akan dibatasi hanya beberapa ribu. Dari mereka, 70 persen akan menjadi ekspatriat dan 30 persen warga negara Saudi.

"Saya merasa sangat senang karena memiliki kesempatan untuk melakukan haji 22 kali dalam hidup saya," kata Wafa Shaheen, seorang penulis Saudi dengan gelar master dalam tafsir ilmiah Al-Qur'an. "Saya tidak bisa lebih bersyukur kepada Allah."

“Saya tidak kecewa meskipun tahun ini saya tidak bisa berhaji karena dibatasi. Ada banyak cara untuk ibadah, dan perbuatan baik dapat dilakukan di mana saja jika hati tetap bersama Allah.”

Dia menambahkan bahwa membatasi jumlah peziarah adalah tindakan pencegahan yang masuk akal dan langkah tepat untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Abdulrahman Abdulkhaliq, warga negara Saudi yang bekerja sebagai insinyur kimia, yang sudah melakukan kerja suka rela selama 10 tahun musim haji, menandaskan bahwa haji adalah salah satu kegiatan paling menarik yang dia ikuti dan dia menantikannya setiap tahun.

"Saya tidak bisa membayangkan bahwa musim haji ini akan berlalu dan saya tidak akan berada di sana," katanya. "Haji tahun ini adalah sebuah tantangan, dan kami akan belajar banyak untuk musim haji mendatang."

Sementara praktisi kesehatan Afnan Al-Sulami yang telah bekerja sebagai organisator sukarela untuk banyak kampanye dan perusahaan haji, mengaku sedih karena musim haji tahun ini telah dikurangi. "Berpartisipasi dalam haji telah mengajarkan saya banyak hal."

Pembatasan ini juga berarti kekecewaan bagi lebih dari 4.000 pramuka Saudi yang biasanya secara sukarela membantu orang selama haji.

Pramuka Perintis Mubarak Al-Dosari mengatakan, ia telah bekerja di antara kerumunan haji selama lebih dari 40 tahun, membimbing, melayani, dan membantu para peziarah. Dia telah melakukan haji tujuh kali sendiri.

"Meskipun pramuka Saudi mungkin tidak dapat berpartisipasi dalam musim haji tahun ini, kita tidak bisa melupakan perasaan kebahagiaan yang tak terlukiskan, ketika kita melayani dan membimbing jemaah yang kesasar selama haji," katanya.

"Melihat senyum di bibir peziarah yang hilang, atau senyum seorang anak yang kehilangan orang tuanya, atau orang sakit yang telah diselamatkan oleh tim kami yang luar biasa, sungguh tak ternilai harganya," ujarnya.

Tahun lalu, Arab Saudi menampung 2.489.406 jemaah haji, menurut Otoritas Umum Saudi untuk Statistik. Dari jumlah tersebut, 1.855.027 berasal dari negara lain dan 634.379 dari dalam Kerajaan.

Sumber: arabnews.com
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...