RESMI: Bambang Haryo Soekartono (BHS) menunjukkan surat rekomendasi DPP Partai Gerindra, di Media Center BHS, Kamis (23/7). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE
Diharapkan dalam sepuluh hari ke depan, hasil survey rampung. Kata BHS, sebelum memutuskan memilih Bacawabup, dirinya juga bakal membahasnya dengan seluruh partai koalisi. "Sebelum diputuskan wakil itu, semua akan dibicarakan terlebih dahulu bersama seluruh partai koalisi," urai alumnus ITS Surabaya ini.
Dengan mengantongi rekom partai Gerindra yang memiliki tujuh kursi di DPRD Sidoarjo, BHS optimistis jumlah kursi yang bakal mengusungnya sebagai calon bupati Sidoarjo, sudah cukup. BHS mengaku Partai Golkar juga mengusung dirinya. Dengan koalisi Partai Gerindra memiliki tujuh kursi dan Partai Golkar yang memiliki empat kursi, kursi berjumlah sebelas.
Jumlah itu sudah cukup, karena syarat mendaftar ke KPU, pasangan calon (paslon) minimal diusung satu parpol atau koalisi parpol dengan 10 kursi. Selain dua parpol itu, BHS mengaku bakal mendapatkan tambahan dari PPP dan Partai Demokrat. Diketahui, PPP punya satu kursi di DPRD Sidoarjo. Sedangkan Partai Demokrat, dua kursi.
"Masih ada satu partai lagi yang masih dalam proses. Sehingga jumlah kursi ada sekitar 18," urai BHS. Dengan komposisi koalisi parpol yang bakal mengusungnya tersebut, BHS menyatakan koalisi itu bisa disebut koalisi Nasionalis-Religius atau Religius-Nasionalis.
Usai mengantongi rekomendasi dari Partai Gerindra, BHS menyatakan dirinya bakal lebih bekerja keras, terjun ke berbagai desa dan menemui masyarakat Sidoarjo. Hal itu bagian dari upayanya mencari tahu pokok persoalan dan permasalahan yang ada di lapisan bawah.
Berbagai persoalan itu, tegas BHS, bakal diselesaikan dalam program jangka pendek 100 hari kerja dan 1 tahun, jangka menengah 3 tahun dan jangka panjang 5 tahun harus tuntas. "Setelah mendapat rekom saya akan bekerja lebih keras lagi. Karena tujuan utama saya membangun Sidoarjo yang kaya akan berbagai potensi alam dan Sumber Daya Manusia (SDM) itu," tandas BHS. (sta/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




