RESMI: Bambang Haryo Soekartono (BHS) menunjukkan surat rekomendasi DPP Partai Gerindra, di Media Center BHS, Kamis (23/7). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo 2020 Bambang Haryo Soekartono (BHS) kini tengah menyiapkan sosok yang bakal mendampinginya sebagai Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup). Itu setelah BHS resmi mengantongi rekomendasi sebagai Bacabup dari DPP Partai Gerindra.
BHS mengatakan, rekomendasi dari Partai Gerindra diterimanya, Rabu (22/7), pukul 16.17 WIB, di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta. Surat rekomendasi itu diserahkan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani. "Saya terima langsung dari pak Sekjen Ahmad Muzani," cetus BHS, di Media Center BHS, Jl Diponegoro, Kamis (23/7).
BACA JUGA:
- KPU Sidoarjo Tetapkan Gus Muhdlor - Subandi Sebagai Bupati dan Wabup Terpilih
- Ajak Semua Paslon Bersama Bangun Sidoarjo, Gus Muhdlor-Subandi Beber Program 100 Hari Kerja
- Rekapitulasi KPU, Gus Muhdlor-Subandi Menangi Pilbup Sidoarjo, Saksi BHS-Taufiq Tolak TTD BA
- Polresta Sidoarjo Tekankan Enam Poin Suksesnya Pilkades Serentak 2020
BHS menjelaskan, setelah menerima rekomendasi itu, dia bakal menyiapkan Bacawabup. Meski tidak ada batasan waktu, DPP Partai Gerindra berharap dirinya segera bisa memilih pendamping yang terbaik. "Elektabilitasnya harus bagus. Harus sesuai pilihan rakyat. Kita tidak boleh mengkhianati rakyat," tegas politikus Partai Gerindra ini.
Ditegaskan BHS, Bacawabup itu harus memiliki kompetensi dan kemampuan menguasai permasalahan-permasalahan di Sidoarjo. BHS menilai kompetensi itu sangat penting. "Kalau yang bersangkutan tidak pernah muter (keliling), tidak tahu kondisi di Sidoarjo, susah kalo nanti diajak diskusi," tandas mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 ini.
Kriteria lainnya, sosok tersebut memiliki karakter bagus, jujur, bersih, tidak terlibat apapun yang negatif misalnya saat menjadi anggota dewan, ASN, atau lainnya. Serta mau bekerja keras dan berdedikasi tinggi. "Wakil harus bisa mengimbangi apa yang saya lakukan. Jadi kalau wakilnya hanya duduk di rumah, tidak bisa," tegas BHS.
Selain itu, kata BHS, sosok yang bakal mendampinginya, memiliki visi-misi yang sama. Dari semua kriteria Bacawabup yang disebutnya tersebut, BHS menegaskan sosok tersebut harus berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU) atau warga Nahdliyin, baik dari kalangan anggota dewan (politikus), ASN, pengusaha maupun ulama. "Wakil saya harus dari NU atau Nahdliyin," tandas BHS.
Untuk menyiapkan dan memilih Bacawabup itu, BHS mengaku melakukan riset menggunakan tiga lembaga survei. Lembaga survei itu tidak bisa diintervensi sehingga hasilnya murni dari kehendak rakyat Sidoarjo. Dari tiga lembaga survei itu, satu di antaranya sudah selesai melakukan survei dan tinggal mengolah hasilnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




