PROBOLINGGO (BangsaOnline) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo benar-benar membuat kejutan. Bayangkan saja, Perusahaan milik Pemkab Probolinggo ini memiliki hutang mencapai 20 Milyar.
Ironisnya lagi, hingga saat ini perusahaan yang tiap tahun selalu mendapat tambahan dana dari Pemerintah Daerah itu belum mampu menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sudah menjadi kesepakatan dengan dewan.
Penyebabnya, perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian air bersih itu masih menanggung hutang masa lalu saat pembangunan SPAM (Sistem Penyedia Air Bersih) tahun 1991. Pada saat itu, seluruh PDAM mendapat pinjaman dana dari bank dunia. Dan PDAM Kabupaten Probolinggo mendapat pinjaman Rp 2 miliar.
Salah satu penyebabnya, karena perusahaan yang mayoritas sahamnya milik pemkab itu tidak mampu membayar.
"Beban operasional perusahaan besar. Tapi kami terus berupaya," dalihnya, Minggu (18/1).
Salah satunya beban listrik pompa di 13 unit PDAM masih bergantung pada mesin pompa. Mesin pompa itu sendiri bergantung pada saluran listrik milik PDAM. Setiap bulan, PDAM membayar beban listrik sebesar Rp 600 juta.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




