Gapura Kampung BK (Belakang Pramuka) Kawasan Kranggan Barat, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota, Sampang. (foto: ist).
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Ada suasana berbeda saat memasuki Kampung BK (Belakang Pramuka) Kawasan Kranggan Barat, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota, Sampang. Suasana kampung ini begitu indah nan cantik. Penampilan kampung itu berkat swadaya oleh warga.
Tampak di pintu masuk kampung, warga sedang membangun gapura, memasang umbul-umbul, ter keter, dan pernak-pernik di sepanjang jalan kampung itu guna untuk memperindah dan mempercantik Kampung BK tersebut.
BACA JUGA:
- Bikin Kantor Pelayanan Sendiri, BPD Pajeruan Kritisi Kepemimpinan Pj Kepala Desa
- Pertanyakan Errornya Aplikasi Siskeudes, Aktivis Pantura Datangi DPMD Sampang
- Cegah Penyelewengan DD dan ADD, Pemkab Sampang Bentuk Desa Antikorupsi
- 4 Tahun Pilkades Sampang Ditunda, Ribuan Warga Demo Kantor Kecamatan Banyuates, ini Tuntutannya
Warga setempat menyebut bahwa Kampung Kranggan Barat ini sebagai Kampung BK Mandiri. Hal itu dikarenakan kemandiriannnya dalam mengelola kampung yang hampir tidak pernah mendapat bantuan dan perhatian dari Ketua RT, Lurah Gunung Sekar, maupun Camat Kota Sampang.
"Kami warga kampung sepakat menyebut kampung ini sebagai Kampung BK Mandiri, walaupun masih masuk dalam Kampung Kranggan RT 02 RW 02," ujar Pak De Kusairi, sesepuh setempat, Selasa (21/7/2020).
Diterangkan Pak De Kusairi, untuk membangun gapura di pintu masuk kampung sebelah barat, tepatnya di Belakang Gedung Pramuka Sampang tersebut, warga secara swadaya mengumpulkan sumbangan.
"Jadi, uang yang terkumpul hasil urunan hanya dapat sekitar Rp4 juta. Eh tak tahunya, ternyata bisa bangun gapura, umbul-umbul, dan pernak-pernik di sepanjang jalan kampung," jelasnya.
Sementara itu, Mat Sawir, Kepala Tukang Pembangunan Gapura, saat ditanya bagaimana warga mengerjakan semua itu, sehingga Kampung BK Mandiri bisa cantik dan indah, mengaku bahwa uang sumbangan dari warga tersebut diatur seirit mungkin dan efisien.
"Sementara bahan material sebagian beli dan sebagian bantuan warga, seperti batako putih, semen, pasir, maupun bahan lainnya. Intinya, kami dalam membangun kampung ini secara swadaya dan mengutamakan gotong royong dalam bekerja," ungkapnya. (hri/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




