Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima dua robot KECE dari Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan di halaman Gedung Negara Grahadi, dalam rilisnya kepada BANGSAONLINE.com, Senin (13/7/2020). foto: MMA/ bangsaonline.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keterlibatan perguruan tinggi Jatim dalam penanganan covid-19 kembali menguat. Kali ini giliran Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyerahkan dua unit robot pintar untuk membantu Nakes Jatim dalam merawat pasien covid-19.
Robot itu diberi nama KECE. Akronim dari Kreatif, Energik, Cantik, dan Elegan. Robot ini rencananya akan dioperasikan di RS Darurat Lapangan (RSDL) Indrapura, Surabaya.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
Robot ini memiliki beberapa keunggulan. Ia dapat mengantar makanan, alat medis, obat-obatan, dan juga mampu melakukan sterilisasi ruang rawat.
Robot KECE juga dilengkapi alat komunikasi berbasis video. Yang dapat menunjang kinerja tenaga medis dari jarak jauh. Dengan begitu, dokter bisa berkomunikasi dengan pasien, tanpa harus melakukan kontak secara langsung.

"Robot ini sangat membantu tenaga medis, sebab saat pandemi covid-19 ini, physical distancing harus dijaga, interaksi satu dengan yang lain juga harus dibatasi, terutama interaksi nakes dengan pasien yang interkasinya sangat intesnif, akan bisa disubsitusi robot ini," kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima dua robot KECE dari Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan di halaman Gedung Negara Grahadi, Senin (13/7/2020) .
Gubernur Khofifah optimistis, robot KECE ini akan memberi kontribusi siginifikan dalam penanganan pasien Covid-19. Contohnya adalah efisiensi penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD).
"Selain akan membantu membuat nakes aman dari risiko paparan covid-19, robot ini juga bisa menghemat penggunaan APD. Karena APD dapat digunakan saat benar-benar urgent, sebab layanan seperti mengirim obat, makanan bisa dilakukan robot ini," ujarnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




