Sabtu, 08 Agustus 2020 00:49

Cegah Stunting, Forikan Jatim Bagikan Ratusan Paket Gemarikan di Kota Kediri

Rabu, 01 Juli 2020 20:40 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Cegah Stunting, Forikan Jatim Bagikan Ratusan Paket Gemarikan di Kota Kediri
Ketua Forikan Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak (tengah) dan Ketua Forikan Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar saat kampanye gemar makan ikan. foto: ist.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Forikan Jawa Timur yang diketuai oleh Arumi Bachsin Emil Dardak dan Forikan Kota Kediri yang diketuai oleh Ferry Silviana Abu Bakar melakukan kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan) dan memberikan bantuan paket Gemarikan di Balai Penyuluh Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, Rabu (1/7).

Acara itu sendiri dilaksanakan dengan memerhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Paket Gemarikan tersebut diberikan kepada 150 balita stunting dan warga kurang mampu yang ada di Kota Kediri oleh Forikan serta Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur. 

Isi dari paket yaitu sarden 2 kaleng, tuna kaleng 2 buah, 1 tas berisi olahan ikan beku sebanyak 10 buah dengan total berat 5 kg, masker 3 buah, serta ikan nila 1 kg dan ikan gurami 1 kg yang dibeli dari pembubidaya ikan Kota Kediri. Ikan nila dan gurami dipilih dengan maksud agar pembudidaya ikan di Kota Kediri mendapatkan pemasukan di era pandemi Covid-19 ini.

Dalam sambutannya, Ketua Forikan Jawa Timur Arumi Bachsin memberikan apresiasinya kepada Kota Kediri. Menurut Arumi, Kota Kediri tahun 2012 konsumsi ikan sempat paling bawah dan itu tidak mengagetkannya. 

"Karena Kota Kediri ini adalah sebuah kota yang tidak ada lautnya. Nah, ikan itu tempat biasanya di laut. Jadi ketika angka konsumsi ikan per kapita per tahunnya rendah itu biasanya wajar," kata Arumi.

"Justru semakin tahun Kota Kediri ada peningkatan ini yang menjadi luar biasa. Di sebuah kota yang tidak ada lautnya tapi konsumsi ikannya bisa bagus bisa baik, ikan air tawar juga tidak kalah kandungan gizinya. Dan peningkatan konsumsi ikan ini sangatlah baik,” sambungnya.

Lebih lanjut, Arumi juga menjelaskan alasan gemar makan ikan kencang sekali dikampanyekan, karena ada beberapa alasan. Yang pertama, ikan dibandingkan dengan produk protein lain yang paling mudah diserap oleh tubuh. Jadi tentu akan sehat. Maka dari itu Forikan sangat concern dengan stunting itu sendiri.

"Nah, karena ikan memiliki kandungan protein yang tinggi, dan penyerapan yang mudah di dalam tubuh, untuk itu menjadi salah satu solusi untuk anak-anak keluar dari garis stunting," jelas istri Wabup Emil Dardak ini.

Kedua, ikan ini memiliki berbagai macam varian ada ikan semar, ada ikan macam-macam jenisnya. Mulai dari harga yang murah sampai dengan harga yang mahal. "Ikan itu tidak selalu mahal, ikan itu ada juga yang murah tetapi tidak boleh diremehkan kandungan gizinya,” tambahnya.

Terkait angka stunting di Jawa Timur, Arumi menyampaikan arahannya bahwa anak-anak harus diberi makanan bergizi, salah satunya yang mengandung protein. Kandungan protein, salah satunya dapat diperoleh dari ikan. Ikan juga mudah didapatkan dan harganya pun bervariasi.

Di era pandemi ini, lanjut Arumi, Forikan Jawa Timur lebih giat lagi berkampanye makan ikan. Karena Covid-19 akan menyerang imun atau menyerang daya tahan tubuh, apalagi saat ini belum ada obatnya.

"Sampai hari ini yang saya tahu vaksinnya juga belum jadi atau mungkin belum ketemu sehingga kalau kita menunggu sampai ketemu dulu kelamaan. Jadi, satu-satunya perjuangan tenaga medis kita di RS yang berusaha menyembuhkan pasien-pasien yang sudah terpapar Covid-19 adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh pasien tersebut," terang Arumi.

Ditambahkan Arumi, terutama bagi yang sudah berumur 50 tahun ke atas, ikan merupakan salah satu sumber protein yang bermanfaat. Ikan mengandung Omega 3, ada kalsiumnya yang sangat bagus untuk lansia dan sekali lagi kemenangan protein ini sangat mudah diserap oleh tubuh ketika sudah masuk ke seluruh organ tubuh.

"Kalau lansia kita kasih sumber protein yang sulit untuk diurai, daging dan sebagainya akan kasihan. Jadi lebih enak mencari salah satu sumber protein yang sangat mudah untuk diserap, yaitu ikan” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forikan Kota Kediri Ferry Silviana berharap semoga adanya program Gemarikan ini dapat memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat Kota Kediri, agar tetap menjaga gizi keluarga terutama untuk anak-anak dalam masa pandemi seperti ini. 

Menurut Ferry Silviana, kampanye konsumsi dan asupan ikan juga harus terus digaungkan kepada masyarakat karena kalau tidak, nanti pamornya akan kalah dengan konsumsi tahu.

Hadir dalam kampanye Gemarikan ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur yang diwakili Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan Nurwahidah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kediri Enny Endarjati, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri Asri Andaryati, Sekretaris Dinas Sosial Kota Kediri Sugiarti, pengurus Forikan Kota Kediri, dan PKK Kota Kediri. (uji/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...