Ketum Barisan Ksatria Nusantara, Rofi’i Mukhlis atau yang akrab disapa Cak Ofi.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Program MBG atau Makanan Bergizi Gratis dinilai tidak meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bahkan menimbulkan keresahan. Hal tersebut disampaikan Ketum Barisan Ksatria Nusantara, Rofi’i Mukhlis atau yang akrab disapa Cak Ofi.
"Saya amati sudah tiga belas ribu anak yang keracunan gara-gara MBG," ujarnya, Senin (2/2/2026).
BACA JUGA:
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Petaka! Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG dari SPPG Tembok Dukuh
- Pemkot Kediri Tindaklanjuti Kasus Keracunan 73 Siswa Program MBG
Menurut dia, sistem dapur MBG yang menampung ribuan porsi dan dibiarkan berjam-jam rawan menimbulkan keracunan.
Cak Ofi menilai, program tersebut tidak tepat sasaran dan justru memboroskan anggaran. Ia menyarankan agar bantuan makanan disalurkan langsung kepada keluarga penerima agar lebih efektif.
"Kalau memang pemerintah mau mengasih makan semestinya dititipkan langsung kepada keluarganya," katanya.
Selain itu, Cak Ofi menyoroti pembengkakan anggaran MBG yang mencapai Rp335 triliun. Dana sebesar itu dianggap lebih baik dialokasikan Rp50 triliun untuk masyarakat tidak mampu, sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan lain.
Ia juga mengkritik dampak program terhadap pemangkasan anggaran daerah, termasuk dana desa yang turun drastis.
Cak Ofi menyinggung kebanggaan Presiden Prabowo atas program MBG yang disebut mampu menciptakan satu juta lapangan kerja. Namun, ia menilai jumlah tersebut terlalu kecil dibanding besarnya anggaran.
"Serahkan saya Rp100 triliun saja, akan saya ciptakan tenaga kerja lebih dari itu," cetusnya. (afa/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




