Rabu, 08 Juli 2020 20:06

​Kisah Perajin Wayang Kertas di Kediri Bertahan di Tengah Pandemi

Minggu, 28 Juni 2020 20:04 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
​Kisah Perajin Wayang Kertas di Kediri Bertahan di Tengah Pandemi
Karmiadi sedang menunjukan wayang kertas hasil tatahannya. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Karmiadi (65), perajin wayang di Kabupaten Kediri ternyata juga merasakan dampak pandemik Corona. Lebih-lebih saat lebaran kemarin, warga Dusun Mulyoasri, Desa Bogo Kidul, Kecamatan Plemahan ini mengaku wayang buatannya tidak laku sama sekali.

Seiring dengan akan diterapkannya new normal, Karmiadi mulai bangkit. Beberapa wayangnya telah terjual lagi. Bahkan mulai banyak pesanan untuk membuat wayang.

Karmiadi juga bisa menggelar dagangan wayangnya lagi di tempat mangkalnya sekitar Simpang Empat Bogo, Plemahan.

Ia mengaku, sebelum wabah Corona, bisa menjual 40-50 biji wayang berbagai jenis dalam sebulan. Namun sejak marak kasus Corona di Kabupaten Kediri, tak ada satu pun yang membeli karya-karyanya.

"Kalau sekarang, ya sudah mulai ada lagi lah. Selama Corona itu saya tidak jualan, ya tidak ada penghasilan. Kurang lebih sudah ada dua bulan tidak berjualan," kata Karmiadi, Minggu (28/6).

Masih menurut Karmiadi, ada tiga jenis wayang yang ia buat sekaligus dijual. Yakni wayang kertas, wayang kulit, dan wayang talang. Ketiga jenis wayang itu berbeda-beda harganya, termahal wayang kulit dan termurah wayang kertas.

"Masalah harga itu paling kecil Rp 40 ribu sampai Rp 400 ribu, itu yang wayang kertas. Kalau wayang kulit harganya Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta, yang wayang talang minimal Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu," tambahnya.

Karmiadi mulai memproduksi dan menjual berbagai macam jenis wayang sejak tahun 1980-an. Tidak ada yang mengajarinya dalam menatah wayang. Adapun keahliannya ini diperolehnya secara autodidak.

Pria yang akrab dipanggil Pakde Wayang ini bercerita asal muasal dirinya menatah wayang. Sebelum tahun 1980-an, Karmiadi bermimpi mendengar suara atau bisikan mengenai nasib wayang di masa mendatang.

Sejak itu Karmiadi rajin membeli wayang umbul, yakni kumpulan gambar mini berbagai macam wayang. Dari situ ia mempelajari berbagai macam lakon wayang, lalu ia mulai berlatih menatah secara autodidak.

Ditambahkan oleh Karmiadi, karyanya tidak hanya laku di dalam negeri, melainkan juga pesanan di luar negeri, seperti dari Jepang, Amerika, Belanda, bahkan ke Arab. "Rata-rata yang beli itu cuma buat hiasan saja," pungkasnya. (uji/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...