Sabtu, 19 September 2020 16:06

Begini Cerita Pemecah Batu Kali Kedak di Kediri Ketika Pandemi Corona

Selasa, 23 Juni 2020 11:11 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Muji Harjita
Begini Cerita Pemecah Batu Kali Kedak di Kediri Ketika Pandemi Corona
Samirin, saat memecah batu kali untuk dijadikan batu coral untuk bahan cor bangunan. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Samirin (70), warga Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, sudah puluhan tahun menggantungkan hidupnya dari memecah batu kali.

Selama pandemi Covid-19 ini, Samirin harus tetap memecah batu, agar dapurnya tetap "ngebul". Meski, sehari hanya dapat uang Rp 10 ribu saja.

Sebelum batu kali dipecah untuk dijadikan batu coral, bahan untuk mengecor bangunan, batu-batu kali sebesar sekepalan tangan orang dewasa itu diambil dari dasar sungai Kedak.

Setelah itu, pekerjaan memecah batu kali akan dimulai. Batu dipecah menjadi batu coral. Setelah terkumpul, biasanya sudah ada yang mengambil. Sungai Kedak yang hulunya berada di lereng Gunung Wilis itu, memang banyak batunya.

Kepada BANGSAONLINE.com, Samirin menceriterakan bahwa sejak pandemi corona ini, pendapatannya dari memecah batu kali menurun drastis. Sebelum pandemi, dia mengaku bisa memecah batu sebanyak 5 cikrak. Tapi saat ini hanya bisa 2 cikrak saja, karena permintaan batu coral memang turun, seiring dengan berhentinya proyek bangunan.

"Selama 30 hari, saya hanya bisa memecah batu, sebanyak 60 cikrak. Jadi sehari hanya 2 cikrak saja. Satu cikrak dihargai Rp 5 ribu. Jadi kalau dapat 2 cikrak, saya sehari dapat uang Rp 10 ribu. Alhamdulilah bisa untuk menyambung hidup," kata Samirin, Selasa (23/6).

Menurut Samirin, dirinya dan beberapa warga Desa Kedak memang menggantungkan hidupnya dari pemecah batu kali. Meski selama pandemi corona, permintaan batu coral menurun, tapi dirinya harus tetap menekuni pekerjaaanya ini, agar keluarganya bisa tetap makan.

Semoga saja Samirin-Samirin yang lain, tetap bisa bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19, yang belum diketahui kapan akan berakhir ini. (uji/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 06 September 2020 19:43 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Bahak di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo mulai diminati para wisatawan. Bahkan di hari libur, pengunjung pantai Bahak mencapai ratusan orang.Menariknya, di tengah pandemi Covid-19, pantai Ba...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...